BerandaOPINIKoalisi Super Jumbo Diharapkan Mampu Mewujudkan Rekonsiliasi Peradaban Baru

Koalisi Super Jumbo Diharapkan Mampu Mewujudkan Rekonsiliasi Peradaban Baru

Koalisi Super Jumbo Diharapkan Mampu Mewujudkan Rekonsiliasi Peradaban Baru

oleh: Jacob Ereste

Aktivis pergerakan yang telah masuk ke dalam lingkaran Istana Presiden Prabowo Subianto kini jumlahnya cukup banyak. Hal itu ditandai dengan masuknya Dr. H. Syahganda Nainggolan M.T. dan Rocky Gerung pada momentum penataan ulang koalisi terbesar sepanjang sejarah Republik Indonesia di awal Oktober 2026.

Jauh sebelumnya, lingkaran itu telah diisi oleh Ferry Yuliantono, Agus Jabo, Iwan Sumule, Budiman Sudjatmiko, Muhammad Jumhur Hidayat, Reza Patria, Dahnil Anzar Simanjuntak, Fahri Hamzah, dan Aminuddin Ma’ruf. Ada pula yang harus drop out dan terdiskualifikasi, seperti Immanuel Ebenezer dan Budi Arie Setiadi.

Maka koalisi besar dalam pemerintahan Presiden Prabowo ini tidak sekadar merangkul, tetapi juga menyeleksi. Inilah ujian bagi aktivis sejati: siapa yang konsisten dan berkomitmen berjuang untuk rakyat.

Kesetiaan pada kawan seperjuangan sama pentingnya dengan kesetiaan pada bangsa dan negara demi kemajuan dan kesejahteraan lahir-batin.

Oleh karena itu, kecerdasan dan ketangguhan spiritual menjadi perisai agar tetap imun dan tangguh terhadap godaan duniawi. Tidak bergeser dari garis perjuangan dan idealisme hingga ujung peralihan, untuk dikenang oleh generasi penerus sebagai ahli waris yang tidak boleh cidera dan mengecewakan.

Ujian ini akan menjadi legasi monumental. Berhasil atau gagalnya akan menjadi contoh — baik yang baik maupun yang berantakan — dan menjadi bahan perbincangan, kajian, dan perbandingan untuk menentukan program serta langkah bijak berikutnya.

Koalisi super jumbo ini, sebagaimana komentar para pembaca setia, sungguh fenomenal. Programnya mencakup ekonomi, politik, hukum, sosial, dan budaya — bukan hanya besar dari sisi anggaran, tetapi juga luas jangkauannya. Mulai dari kemandirian pangan dan swasembada, hingga penguasaan teknologi pertahanan untuk kemandirian bangsa agar tidak ditekan oleh asing.

Inilah cerminan tekad untuk mengelola kekayaan alam Indonesia bagi kesejahteraan rakyat, dengan memutus cengkeraman oligarki yang tamak memperkosa Ibu Pertiwi. Karena itu, pemberantasan korupsi menjadi bagian utama dari rekonsiliasi peradaban yang telah bobrok.

Banten, 3 Oktober 2026

Google News

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini