Bandung | Mikanews : Semangat membangun dari pinggiran kembali bergema. Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia (PP PABPDSI), H. Fery Radiansyah, S.T., M.M., mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk bersatu menyukseskan peringatan Hari Desa Nasional 2027.
Ajakan ini menjadi panggilan bangsa untuk menempatkan desa sebagai ujung tombak kemajuan Indonesia.
Ajakan disampaikan saat acara Launching Hari Desa Nasional 2027 dan Kick Off Liga Desa 2026–2027, yang berlangsung di Lapangan Panglejar, Desa Cisomang Barat, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Sabtu, 10 Oktober 2026.
Acara dihadiri langsung oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, serta Wakil Menteri Desa, Ahmad Riza Patria.
Kehadiran delegasi dari berbagai daerah, termasuk perwakilan Papua, menjadi bukti bahwa semangat penguatan desa bukan milik satu kelompok, melainkan aspirasi seluruh pelosok negeri.
Hari Desa bukan sekadar perayaan.
Ia adalah hasil perjuangan panjang yang dimulai dari bawah. Tonggak penting tercatat saat Kongres Desa Indonesia I, 22–24 Maret 2024 di Jakarta.
Di sana, beragam organisasi desa bersatu, dan Fery Radiansyah dipercaya memimpin sekaligus menjadi Ketua Majelis Desa Indonesia (MDI).
Dari kongres itu lah usulan penetapan 15 Januari sebagai Hari Desa.
Aspirasi itu kemudian berbuah hasil melalui Keputusan Presiden Nomor 23 Tahun 2024, ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo pada 31 Juli 2024.
Tanggal 15 Januari dipilih untuk mengenang lahirnya UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa sebagai tonggak hukum yang memberikan kedudukan teguh bagi desa dalam sistem ketatanegaraan.
Perjuangan pun tak berhenti di situ.
Pada 25 April 2024, lahir UU Nomor 3 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas UU Desa, yang semakin memperkuat landasan hukum pemerintahan desa.
Bagi Fery, pengakuan negara hanyalah awal. Yang terpenting adalah implementasi nyata.
“Penetapan Hari Desa dan penguatan UU Desa baru bermakna jika masyarakat merasakannya langsung, melalui pelayanan yang responsif, ekonomi lokal yang tumbuh, serta suara warga yang didengar,” ujar Fery.
Ia meminta pemerintah provinsi dan kabupaten/kota turut memperkuat pendampingan dan koordinasi.
Sementara itu, peran strategis Badan Permusyawaratan Desa (BPD) ditekankan: menampung aspirasi, membahas kebijakan bersama kepala desa, dan memastikan pemerintahan desa berjalan transparan dan akuntabel.
Puncak peringatan Hari Desa Nasional jatuh pada 15 Januari 2027.
PABPDSI mengajak agar momentum ini diisi kegiatan yang langsung bermanfaat:
– Peningkatan kapasitas perangkat desa
– Dialog pembangunan antara warga dan pemerintah
– Pelayanan masyarakat terjun langsung ke desa
– Pameran dan promosi produk unggulan desa
– Pelestarian budaya lokal
– Liga Desa: mempererat persaudaraan antardesa
Melalui Liga Desa, olahraga tak hanya soal juara, tetapi sarana persatuan sekaligus membuka peluang ekonomi baru di tingkat desa.
Desa Kuat, Indonesia Maju;
Hari Desa Nasional 2027 bukan milik organisasi tertentu saja.
Ia milik setiap warga yang percaya bahwa desa yang kuat adalah fondasi Indonesia yang kokoh.
Semangat perjuangan yang telah dirintis bersama kini ditangan kita semua, untuk dirawat, diperjuangkan, dan diwujudkan dalam kerja nyata.
Bersatu, Berjuang, Bermartabat untuk Desa yang Mandiri, Sejahtera, dan Berdaya.
(Red)
Sumber:
Pengurus Pusat PABPDSI · Masa Khidmat 2026–2032





