BerandaDAERAHDPRD Sumbar Soroti Bahaya Narkoba, Warga Diminta Jaga Kondusivitas Pilwana

DPRD Sumbar Soroti Bahaya Narkoba, Warga Diminta Jaga Kondusivitas Pilwana

PASAMAN BARAT, Mikanews.id — DPRD Sumbar menyoroti bahaya penyalahgunaan narkotika dan mengajak masyarakat memperkuat pencegahan peredaran serta penggunaan barang terlarang tersebut.

Pesan itu disampaikan Ketua Komisi I DPRD Provinsi Sumatera Barat, H. Sawal, SH, Dt. Putiah, saat kegiatan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2018 tentang Fasilitasi Pencegahan dan Penanggulangan Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya.

Kegiatan sosialisasi tersebut berlangsung pada 17–18 Oktober dan diikuti sebanyak 80 peserta.

Dalam penyampaiannya, H. Sawal menekankan bahwa pencegahan penyalahgunaan narkoba membutuhkan perhatian bersama. Masyarakat diminta tidak hanya mengetahui bahayanya, tetapi juga ikut mencegah peredaran dan penggunaan narkotika di lingkungan masing-masing.

“Saya menghimbau kepada kita semua, mari kita awasi dan cegah peredaran dan pemakaian barang haram tersebut,” ujar H. Sawal di sela kegiatan sosialisasi.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya mencegah narkoba agar tidak semakin merusak lingkungan dan generasi muda.

Soroti Kondisi Nagari Jelang Pilwana

Selain membahas bahaya narkoba, H. Sawal juga menyoroti kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang Pemilihan Walinagari (Pilwana) serentak di sejumlah nagari di Kabupaten Pasaman Barat.

Sebagai Ketua Fraksi PPP DPRD Sumbar, H. Sawal meminta masyarakat menjaga suasana nagari tetap aman dan kondusif selama tahapan Pilwana berlangsung.

Imbauan tersebut disampaikan mengingat pelaksanaan Pilwana semakin dekat. Masyarakat diharapkan dapat menjaga hubungan antarwarga meskipun memiliki pilihan calon yang berbeda.

H. Sawal juga menyampaikan pesan tersebut saat berada di Nagari Bandua Balai, Kabupaten Pasaman Barat.

Dalam kegiatan tersebut, H. Sawal didampingi Kesbangpol, Ade Putra.

Ia mengajak masyarakat menjaga ketertiban dan tidak menjadikan perbedaan pilihan dalam Pilwana sebagai alasan untuk menimbulkan perselisihan.

Pelaksanaan Pilwana merupakan proses demokrasi di tingkat nagari. Karena itu, masyarakat diharapkan dapat menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab sekaligus menjaga keamanan lingkungan.

Dua pesan tersebut, yakni pencegahan penyalahgunaan narkoba dan menjaga kondusivitas menjelang Pilwana, menjadi perhatian dalam rangkaian kegiatan H. Sawal di Pasaman Barat. (Red)

Google News

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini