BerandaNASIONALPolres Bener Meriah Polda Aceh Ungkap 37 Kasus Narkoba Januari-Agustus 2026

Polres Bener Meriah Polda Aceh Ungkap 37 Kasus Narkoba Januari-Agustus 2026

BENER MERIAH | Mikanews : POLRES Bener Meriah berhasil ungkap 37 kasus Narkoba priode JANUARI– AGUSTUS 2026, dengan menyita 2,2 Kg Ganja & 235 Gram Sabu.

Komitmen Polres Bener Meriah dalam memberantas peredaran narkotika menunjukkan hasil signifikan.

Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, jajaran Satuan Reserse Narkoba telah mengungkap 37 kasus narkotika, mengamankan 37 tersangka, serta menyita barang bukti 235,43 gram sabu-sabu dan 2.255,2 gram (sekitar 2,2 kilogram) ganja.

Pengungkapan lima kasus terbaru pada awal hingga pertengahan Agustus semakin menegaskan:
ancaman narkoba masih nyata mengintai dan peran aktif masyarakat menjadi kunci memberantasnya.

Hal tersebut terungkap saat Polres Bener Meriah menggelar konferensi pers pada Senin, 17 Agustus 2026.

Demikian disampaikan oleh Waka Polres Bener Meriah Kompol Dr. Syabirin, S.H., M.Si., didampingi Kasat Resnarkoba Iptu Suherman, S.E. dan Kasi Humas Ipda Eriad saat

Menurut Syabirin capaian pengungkapan kasus narkotika selama delapan bulan pertama tahun ini.

Dari 37 kasus yang ditangani, seluruhnya melibatkan jenis narkotika berbahaya yakni; sabu-sabu dan ganja.

Sebanyak 21 tersangka telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Bener Meriah, tiga orang menjalani rehabilitasi di BNN Kabupaten Bireuen, sementara 13 tersangka lainnya masih dalam proses penyidikan.

Dalam kesempatan yang sama, ia juga merinci lima kasus terbaru yang berhasil diungkap di awal hingga pertengahan Agustus 2026.

Lima kasus terbaru terjadi di: Kecamatan Bukit, Pintu Rime Gayo, Gajah Putih, dan wilayah perbatasan di Aceh Tengah

Ditambahkannya, dalam penanganan perkara, Satuan Reserse Narkoba Polres Bener Meriah telah menahan 37 orang tersangka; 21 dilimpahkan ke kejaksaan, 3 direhabilitasi, 13 masih disidik.

Ringkasan lima kasus terbaru Agustus 2026:

1. Senin, 3 Agustus — Desa Simpang Tiga, Kec. Bukit: Tersangka WF diamankan dengan barang bukti ganja 700 gram bruto.

2. Selasa, 4 Agustus — Desa Negeri Antara, Kec. Pintu Rime Gayo: Tersangka BU diamankan dengan barang bukti ganja 500 gram bruto.

3. Selasa, 4 Agustus — Desa Timang Gajah, Kec. Gajah Putih: Tersangka S diamankan dengan barang bukti sabu 14,8 gram + ganja 70 gram bruto.

4. Rabu, 12 Agustus — Desa Keramat Mupakat, Kec. Bebesen, Aceh Tengah: Tersangka S diamankan dengan barang bukti sabu 81,4 gram bruto.

5. Kamis, 13 Agustus — Desa Serule Kayu, Kec. Bukit: Tersangka MT diamankan dengan barang bukti sabu 8,2 gram bruto.

“Seluruh barang bukti masih dalam tahap penyidikan dan akan digunakan untuk keperluan proses hukum di pengadilan.” terangnya.

Disampaikannya lagi, data pengungkapan ini menjadi cermin nyata bahwa narkoba masih beredar di sekitar kita, yang beresiko dapat mengancam kesehatan, masa depan generasi muda, dan ketenangan hidup masyarakat.

“Sabu-sabu dan ganja bukan sekadar barang terlarang, tapi ia adalah zat perusak saraf, pemutus harapan, dan sumber penderitaan bagi keluarga yang terjerat. Setiap gram yang disita Polres Bener Meriah berarti telah mencegah bahaya yang lebih besar menyebar ke lingkungan masyarakat,” terangnya.

Ditambahkannya lagi, Namun demikian, polisi tidak bisa bekerja sendiri. Peran aktif warga adalah mata dan telinga yang paling efektif.

Mengetahui adanya aktivitas peredaran narkoba di lingkungan sekitar, segera laporkan ke polisi.

Diam berarti membiarkan bahaya merajalela.
Melapor bukan sekadar membantu penegak hukum, melainkan bukti cinta kita kepada keluarga, anak-anak, dan masa depan daerah yang bersih dari narkoba.

“Polres Bener Meriah mengajak masyarakat ikut berperan aktif memerangi narkotika. Segera sampaikan informasi jika mengetahui adanya peredaran atau penyalahgunaan narkoba di lingkungan Anda, kami siap menindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku.” pesan Wakapolres Polres Bener Meriah kepada seluruh warga.

Berdasarkan data dari konferensi pers tersebut diharapkan kepada seluruh masyarakat memahami bahwa bahaya narkoba nyata dan mengintai di sekitar kita.

“Untuk itu tingkatkan kewaspadaan, kepedulian, dan keberanian melapor adalah perlindungan terbaik bagi diri sendiri dan orang-orang tercinta,” pungkasnya.
(Ysf)

Google News

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini