Simpang Empat | MikaNews : Balap liar bukanlah fenomena baru di berbagai daerah, tak terkecuali kota kecil seperti Simpang Empat Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat.
Berdasarkan kebiasaan atau modus operandi nya, balap liar ini melakukan aksinya pada tengah malam sampai menjelang pagi, saat suasana jalan raya sudah mulai sepi.
Para pelaku balap liar ini tidak peduli akan keselamatannya, apa lagi mereka mengganggap ini merupakan suatu aternatif bagi mereka untuk mengekspresikan dirinya dengan penunjukkan citra diri sesuai dengan tampilan kelompok atau idolanya.
Biasanya para pembalap liar ini membentuk suatu suatu kelompok sebagai wadah mereka untuk mengaktualisasikan diri, yang akhirnya membentuk gaya hidup yang mencerminkan eksklusifisme diri dan kelompoknya.
Bahkan balap liar bukan saja meresahkan masyarakat, tetapi juga mengganggu ketenangan masyarakat yang sedang istirahat atau yang sedang melaksanakan ibadah.
Terlebih, lokasi balap liar ini berada dekat dengan pemukiman maupun sarana ibadah, rumah sakit atau jalanan yang ramai aktifitas lalulintas bagi warga yang hendak bepergian atau hendak kembali ke rumahnya
Di mana kawasan ini seharusnya sudah bebas dari kebisingan dan hiruk pikuk suara knalpot maupun aktifitas balap liar, yang seharusnya ketertibannya dijaga bersama dengan melakukan pengawasan dan penertiban secara tegas dan berkelanjutan oleh semua pihak dan khususnya perlu adanya peningkatan Pengawasan Polisi di wilayah yang rawan balapan liar dengan penempatan pos atau patroli rutin.
Selain mengganggu ketertiban umum, balap liar juga dapat membahayakan keselamatan jiwa, bukan saja dapat
menimbulkan korban jiwa dari pelaku atau penontonnya, juga pengguna jalan lainnya.
Selain perlunya peningkatan pengawasan dari Polisi, juga perlu adanya Imbauan kepada orang tua untuk lebih mengawasi anak-anak agar tidak terjerumus dalam kegiatan yang berbahaya tersebut, dengan perhatian ekstra untuk terus peduli dan mengingatkan anak-anak mereka akan bahaya dari aksi balap liar.
Kita tahu, Balap liar ini tak hanya mengganggu lalu lintas, tetapi juga menimbulkan keresahan mendalam bagi warga sekitar, terutama masyarakat yang sedang menjalankan ibadah shalat Tarawih di bulan suci Ramadan saat ini.
Sebab deru mesin yang meraung-raung, kebut-kebutan di jalananan apalagi dekat dengan pemukiman akan membuat suara knalpot bising merubah suasana khusyuk menjadi gelisah.
Oleh karena itu, peran aktif masyarakat dalam melaporkan aktivitas semacam ini sangat diperlukan agar aparat dapat segera bertindak tegas.
Sebab penanganan aksi balap liar, memang tidak terlepas dari penegakan hukum yang tegas saja, tapi diperlukan juga adanya penyuluhan dan pendidikan.
Contoh penindakan balap liar yang selama ini dilakukan yakni;
Petugas membubarkan kegiatan balap liar dan mengamankan para pelaku ke Mapolres atau Petugas memberikan hukuman tilang kepada para pelaku dengan meminta orang tua ikut ke kantor mengambil motor pelaku.
Penindakan tersebut di atas, rasanya akan kurang maksimal bila tidak ada peran serta orang tua dalam mengawasi anak-anak agar tidak terjerumus dalam kegiatan yang berbahaya seperti balap liar ini.
Meskipun kita tahu, balap liar bukanlah fenomena baru di berbagai kota, termasuk di Simpang Empat Kabupaten Pasaman Barat, tetapi dampaknya sangatlah luar biasa, selain membahayakan nyawa para pelaku dan pengguna jalan lainnya, aksi ini juga sering kali menjadi pemicu terjadinya kecelakaan fatal.
Oleh karena itu, peran aktif masyarakat dalam melaporkan aktivitas semacam ini sangat diperlukan agar aparat dapat segera bertindak.
Terutama kepada orang tua agar lebih peduli dan mengingatkan anak-anak mereka akan bahaya dari aksi tersebut, sebab ancaman ini memang harus dihentikan.
Intinya, Balap liar memang meresahkan masyarakat karena membahayakan keselamatan jiwa dan mengganggu ketertiban umum.
Apalagi dapat menimbulkan korban jiwa dari pelaku, penonton, dan pengguna jalan lain, belum lagi adanya ajang
terjadinya taruhan atau judi.
Untuk itu selain diperlukan segera
penanganan balap liar dengan penegakan hukum yang tegas agar tidak menjadi budaya jelek yang berkelanjutan.
Bagaimana agar aksi balap liar ini tidak terus berlanjut, rasanya diperlukan juga pendekatan holistik yang melibatkan beberapa pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait.
Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengurangi atau menghindari balapan liar:
Penegakan Hukum yang Ketat:
Pemerintah dapat meningkatkan penegakan hukum terhadap balapan liar dengan meningkatkan patroli polisi, memberlakukan sanksi yang lebih berat, dan meningkatkan pemantauan wilayah rawan.
Penyuluhan dan Pendidikan:
Kampanye penyuluhan dan pendidikan masyarakat mengenai risiko dan bahaya balapan liar dapat meningkatkan kesadaran dan menciptakan pemahaman tentang konsekuensi negatifnya.
Penyediaan Area Resmi:
Pemerintah dapat mempertimbangkan untuk menyediakan area resmi atau sirkuit yang aman bagi para penggemar balapan agar mereka dapat mengekspresikan hobi mereka dengan cara yang aman dan terkontrol.
Kerjasama dengan Komunitas Lokal:
Pemerintah dapat bekerja sama dengan komunitas lokal, terutama dengan para pemimpin masyarakat, untuk memahami dan menanggulangi akar permasalahan yang mendorong balapan liar.
Program Pengembangan Masyarakat:
Memberdayakan masyarakat melalui program pengembangan sosial dan ekonomi dapat membantu mengurangi motivasi untuk terlibat dalam balapan liar.
Ini dapat mencakup pelatihan keterampilan, program pekerjaan, atau kegiatan rekreasi yang konstruktif.
Pengawasan Teknologi:
Penggunaan teknologi seperti kamera pengawas dan sistem pemantauan dapat membantu mendeteksi dan mencegah balapan liar. Pemerintah dapat berinvestasi dalam infrastruktur teknologi untuk meningkatkan keamanan dan pemantauan jalan raya.
Sosialisasi Anti-Balapan Liar:
Menyelenggarakan kampanye sosialisasi yang menyoroti risiko dan bahaya balapan liar dapat membantu membentuk opini publik dan memperoleh dukungan masyarakat dalam penanganan masalah ini.
Komitmen dari Industri Otomotif:
Melibatkan industri otomotif dan mendapatkan komitmen mereka untuk tidak mendukung atau mempromosikan balapan liar dapat menjadi langkah positif untuk mengurangi popularitas aktivitas tersebut.
Hukuman yang Tegas:
Memberlakukan sanksi dan hukuman yang tegas terhadap pelaku balapan liar dapat menjadi efektif dalam menekan aktivitas ini.
Pengawasan Polisi yang Meningkat:
Meningkatkan pengawasan polisi di wilayah yang rawan balapan liar dapat membantu mengurangi kejadian tersebut. Hal ini dapat mencakup penempatan pos pemeriksaan polisi yang strategis dan patroli rutin.
Penting untuk diingat bahwa solusi untuk mengatasi balapan liar memerlukan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan sektor terkait.
Pendekatan yang holistik dan berkelanjutan adalah salah satu kunci untuk mencapai hasil yang efektif dalam mengurangi atau menghindari semakin banyaknya balapan liar.
Oleh : Zoelnasti
Penulis adalah Pemimpin Redaksi Mikanews.id





