Pasaman Barat | Mikanews.id – Upaya peningkatan kualitas gizi anak usia sekolah di Kabupaten Pasaman Barat mulai bergerak nyata. Wakil Bupati Pasaman Barat, M. Ihpan, meresmikan operasional Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) milik Yayasan Cahaya Langowan Nusantara di Kampung 5 Mahakarya, Nagari Mahakarya, Kecamatan Luhak Nan Duo, Senin (26/1/2026).
Peresmian dapur MBG ini menandai dimulainya pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang dicanangkan pemerintah pusat sebagai bagian dari strategi nasional dalam memperkuat kesehatan dan tumbuh kembang anak sejak usia dini.
Kegiatan peresmian dihadiri sejumlah pejabat dan unsur terkait, antara lain Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat dr. Gina Alecia, perwakilan Yayasan Cahaya Langowan Nusantara Henny Maria, pemilik Dapur MBG Syaifudin Zuhri, Camat Luhak Nan Duo Sutrisno, unsur TNI-Polri, Kepala SPPG Mahakarya Ivano Ratio Ideal, serta Wali Nagari Mahakarya Muhammad Shaleh.
Pemilik Dapur MBG, Syaifudin Zuhri, menyampaikan bahwa pendirian dapur tersebut merupakan bentuk dukungan konkret terhadap program pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat. Ia menegaskan komitmennya untuk memastikan kualitas dan standar makanan yang disalurkan kepada anak-anak penerima manfaat.
“Program Makan Bergizi Gratis ini sangat membantu masyarakat. Kami berupaya memastikan setiap porsi yang disajikan benar-benar memenuhi kebutuhan gizi anak,” ujarnya.
Baca juga: Kepala Kantor Kemenag Pasbar dan Rektor UNP tekan MoU
Sementara itu, Henny Maria menjelaskan bahwa sasaran utama program MBG mencakup anak-anak tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah pertama. Menurutnya, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kerja sama lintas sektor yang berkelanjutan.
“Kolaborasi antara sekolah, orang tua, SPPG, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci agar program ini berjalan optimal dan berkesinambungan,” katanya.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati M. Ihpan menegaskan bahwa program MBG merupakan wujud kepedulian pemerintah terhadap masa depan generasi muda.
Ia menekankan pentingnya pengelolaan dapur MBG secara profesional, transparan, dan tepat sasaran. “Dapur MBG ini bukan sekadar tempat memasak, tetapi bagian dari ikhtiar membangun kualitas sumber daya manusia. Pengelolaannya harus akuntabel agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Dapur MBG Kampung 5 Mahakarya melayani 1.385 penerima manfaat dari 10 satuan pendidikan di Kecamatan Luhak Nan Duo yang meliputi RA, TK, SD, SMP, dan MTs. Seluruh penerima mendapatkan porsi makanan bergizi sesuai standar yang telah ditetapkan oleh program.
Pihak pengelola menyampaikan bahwa operasional dapur saat ini masih berada pada tahap uji coba selama sekitar satu minggu. Selama masa evaluasi tersebut, penerima manfaat dari kelompok B3 dan tenaga pendidik belum dilayani.
Program ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam peningkatan kesehatan anak sekaligus mendukung terwujudnya generasi Pasaman Barat yang sehat dan berkualitas.*Mika
(Akhir).
Sumber : diskominfo Pasbar





