BerandaDAERAHGol A Gong Motivasi Siswa SMAN 1 Pasaman, Dorong Generasi Muda Melek...

Gol A Gong Motivasi Siswa SMAN 1 Pasaman, Dorong Generasi Muda Melek Literasi Digital dan Tidak Merundung

Pasaman Barat | mikanew.id – Duta Baca Indonesia 2026, Gol A Gong, mengajak siswa SMAN 1 Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, untuk tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya sebagai jalan untuk belajar, berkarya, dan meraih masa depan.

Pesan itu disampaikan Gol A Gong saat mengikuti Safari Literasi di Mushalla Darul Ulum SMAN 1 Pasaman, Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.

Di hadapan para siswa, Gol A Gong juga menyampaikan pesan tegas agar generasi muda tidak merundung atau merendahkan orang lain hanya karena memiliki kekurangan.

Menurutnya, keterbatasan seseorang tidak menentukan masa depannya. Yang lebih penting adalah kemauan untuk belajar, bekerja keras, dan terus mengejar cita-cita.

“Kamu bisa saja punya kekurangan. Tetapi kamu tidak boleh kehilangan semangat dan cita-cita,” pesan Gol A Gong kepada para siswa.

Jangan Musuhi Teknologi

Safari literasi tersebut berlangsung dalam suasana santai. Gol A Gong menyampaikan materi dengan gaya komunikatif dan diselingi humor sehingga siswa tetap antusias meskipun kegiatan berlangsung menjelang waktu pulang sekolah.

Ia mengingatkan siswa agar tidak melihat telepon pintar hanya sebagai alat hiburan.

Teknologi, kata dia, dapat menjadi sarana untuk memperluas pengetahuan apabila digunakan secara tepat.

“Anak-anak harus diarahkan agar mampu menggunakan teknologi untuk masa depan mereka. Jangan memusuhi teknologi, tetapi jadikan teknologi sebagai alat untuk meningkatkan kemampuan,” ujarnya.

Gol A Gong menilai pola pendidikan bagi generasi Z dan generasi Alpha juga perlu menyesuaikan perkembangan teknologi.

Menurutnya, orang tua dan guru tidak cukup hanya melarang anak menggunakan perangkat digital. Mereka perlu memberikan pendampingan agar teknologi digunakan untuk kegiatan yang produktif.

Ia kemudian menceritakan pengalaman di keluarganya sebagai contoh.

Salah seorang anaknya memiliki ketertarikan terhadap film aksi Mandarin. Ketertarikan tersebut justru dimanfaatkan untuk belajar bahasa Mandarin secara mandiri melalui YouTube.

Dari proses belajar itu, sang anak kemudian mendapat kesempatan kuliah di Cina hingga berkarier di negara tersebut.

Anak lainnya memiliki ketertarikan terhadap kanal berita internasional Al Jazeera. Ketertarikan itu mendorongnya belajar bahasa Arab secara mandiri melalui aplikasi digital.

Hasilnya, sang anak diterima kuliah di Uni Emirat Arab dan kemudian bekerja di Abu Dhabi.

Bagi Gol A Gong, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa teknologi tidak selalu menjadi ancaman bagi pelajar.

Jika diarahkan dengan benar, teknologi dapat menjadi pintu untuk mengembangkan kemampuan yang sesuai dengan minat masing-masing.

Gol A Gong: Jangan Percaya Anggapan Siswa Indonesia Tak Suka Membaca

Selain literasi digital, Gol A Gong menekankan pentingnya budaya membaca dan menulis.

Ia meminta siswa tidak menerima begitu saja anggapan bahwa minat baca generasi muda Indonesia rendah.

“Jangan pernah mengakui literasi siswa Indonesia rendah sebagaimana yang sering dipublikasikan media. Buktikan bahwa kalian adalah generasi yang suka membaca,” katanya.

Menurutnya, literasi tidak berhenti pada kemampuan membaca dan menulis.

Di tengah perkembangan teknologi, literasi juga berkaitan dengan kemampuan memahami informasi, menggunakan perangkat komunikasi secara bijak, serta memanfaatkan jaringan sosial dan teknologi digital secara aman dan produktif.

Karena itu, siswa didorong tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu menghasilkan karya.

Dari Keterbatasan hingga Menjadi Duta Baca Indonesia

Sebelum Gol A Gong menyampaikan materi, Ketua Forum Pegiat Literasi (FPL) Pasaman Barat, Denni Meilizon, memperkenalkan perjalanan hidupnya kepada para siswa.

Denni menyampaikan bahwa Gol A Gong pernah mengalami kecelakaan saat masih kecil hingga kehilangan salah satu tangannya.

Namun, kondisi tersebut tidak menghentikan langkahnya.

Gol A Gong kemudian mampu berprestasi sebagai atlet bulu tangkis. Ia juga meraih medali emas dalam ajang olahraga paralimpik di Jepang.

Perjalanannya berlanjut di dunia kepenulisan dan jurnalistik.

Ia telah menulis lebih dari 200 judul buku dan kemudian dipercaya menjadi Duta Baca Indonesia.

Kisah tersebut menjadi bagian penting dari pesan yang disampaikan kepada siswa SMAN 1 Pasaman.

Kekurangan fisik bukan alasan untuk berhenti bermimpi.

Sebaliknya, keterbatasan dapat menjadi bagian dari perjalanan seseorang untuk menemukan kemampuan dan kekuatan yang dimilikinya.

Pesan Keras tentang Perundungan

Gol A Gong juga memberikan perhatian khusus terhadap persoalan perundungan atau bullying.

Ia meminta siswa tidak menjadikan kekurangan orang lain sebagai bahan candaan atau alasan untuk merendahkan.

“Jangan pernah menertawakan atau membully kekurangan orang lain, karena suatu saat kamu akan malu sendiri ketika melihat orang yang pernah kamu bully justru menjadi lebih sukses daripada dirimu,” tegasnya.

Pesan itu berkaitan erat dengan pengalaman hidupnya sendiri.

Keterbatasan yang pernah dialaminya tidak membuat Gol A Gong berhenti berkarya.

Sebaliknya, ia mampu membangun perjalanan panjang sebagai atlet, penulis, jurnalis, dan pegiat literasi hingga dipercaya menjadi Duta Baca Indonesia.

SMAN 1 Pasaman Tambah 35 Buku Karya Gol A Gong

Kunjungan tersebut tidak hanya berhenti pada sesi motivasi.

SMAN 1 Pasaman juga memperkuat koleksi perpustakaannya dengan membeli 35 eksemplar buku “Raket, Pena, dan Petualangan” karya Gol A Gong.

Buku tersebut mengisahkan perjalanan kehidupan Gol A Gong, mulai dari masa kecil, kecelakaan yang mengubah kehidupannya, perjalanan sebagai atlet, hingga kiprahnya sebagai penulis dan pegiat literasi.

Penambahan buku tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal lebih jauh perjalanan hidup Gol A Gong.

Nilai perjuangan, ketekunan, dan semangat untuk terus berkarya menjadi bagian yang dapat dipelajari siswa melalui buku tersebut.

Kegiatan Safari Literasi Gol A Gong di SMAN 1 Pasaman akhirnya menjadi lebih dari sekadar pertemuan dengan seorang penulis.

Pesan yang dibawa cukup jelas: baca lebih banyak, manfaatkan teknologi dengan bijak, berani berkarya, dan jangan merundung orang lain.

Literasi, dalam konteks itu, bukan hanya soal membaca buku.

Literasi juga menjadi kemampuan untuk memahami informasi, mengembangkan potensi, menghargai orang lain, dan menggunakan pengetahuan untuk menghadapi masa depan.

Google News

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini