Gorontalo, mikanewd.id – Pembina Solidaritas Perempuan untuk Indonesia Kabinet Merah Putih (Seruni KMP), Selvi Gibran Rakabuming kunjungi lomba kreasi menu bergizi berbahan pangan lokal, untuk pencegahan stunting di Grand Palace Convention Center (GPCC), Gorontalo, Selasa (13/10).
Kegiatan diikuti 100 peserta, menampilkan beragam olahan pangan lokal sebagai alternatif menu bergizi bagi ibu hamil dan anak balita.
Melalui lomba ini, masyarakat diperkenalkan pada pemanfaatan bahan pangan di lingkungan sekitar dengan menu bergizi, beragam dan terjangkau.
Saat melihat hasil kreasi peserta, Selvi berdialog mengenai bahan baku, kandungan gizi, serta cara pengolahan makanan.
Berbagai menu khas Gorontalo turut ditampilkan, termasuk olahan jagung dan ikan lokal yang dapat menjadi pilihan dalam menyusun menu keluarga.
Salah satu peserta dari Aisyiyah, Mirna, memperkenalkan menu berupa lontong beras jagung, pepes ikan mujair, sup ayam kampung, dan olahan kacang hijau.
Beragam sajian tersebut menunjukkan bagaimana bahan pangan yang mudah diperoleh dapat diolah menjadi menu keluarga yang bervariasi.
Ketua Aisyiyah Provinsi Gorontalo, Nikma, katakan, kegiatan ini membantu masyarakat tentang pentingnya pemenuhan gizi, khusus ibu hamil dan anak balita.
Banyak bahan pangan bergizi di sekitar masyarakat, perlu pengetahuan dan kreativitas agar dapat diolah menjadi makanan yang menarik bagi anak.
“Karena ini menyangkut tujuannya untuk balita atau yang stunting, sehingga kami rasa kegiatan seperti ini sangat bagus. Sehingga masyarakat itu bisa mengerti bahwa anak-anak stunting itu seperti ini makanannya,” ujar Nikma.
Selain ikan nike, kelompok tersebut juga memperkenalkan nasi bilindi, hidangan yang dikenal dalam tradisi masyarakat Gorontalo.
Penggunaan bahan dan makanan khas daerah ini menjadi contoh pemanfaatan kekayaan kuliner lokal untuk menghadirkan pilihan menu yang lebih beragam.
Melalui lomba ini, para peserta tidak hanya menunjukkan kreativitas mengolah makanan, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk berbagi pengetahuan mengenai pemenuhan gizi keluarga.
Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun kegiatan pelayanan masyarakat, termasuk penyediaan makanan bagi ibu hamil dan anak balita di posyandu.
Pemanfaatan pangan lokal yang beragam, disertai pemahaman mengenai kebutuhan gizi sesuai usia dan kondisi kesehatan, diharapkan dapat mendukung kebiasaan makan sehat dalam keluarga serta menjadi bagian dari upaya pencegahan stunting sejak dini. (rel/gmz)





