Pasaman Barat | Mikanews.id : Penyuluh Agama Kristen, didampingi pejabat teknis Pembangunan Masyarakat (Pembimas) Kristen Kanwil Kementerian Agama Sumatera Barat, Rabu (31/12) berkunjungi sekaligus silaturahmi bersama Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat.
Kunjungan rombongan Penyuluh Agama Kristen (PAK) di ruang kerja kepala, Simpang Empat, diterima Kepala Kantor, Rali Tasman, didampingi Kasubbag Tata Usaha, Suharjo, dan Pranata Humas Ahli Muda, Gusmizar.
Rombongan PAK, didamping Pejabat teknis Pembimas Kristen Kanwil yang berkunjung ke Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat adalah, Hari S Hasugian, Feriusman Zai, Abraham Reinhardi Saragi, dan Yasozatulo Talembanua. Khusus PAK, Elezaro Bamawenewi, selaku Ketua PAK Sumatera Barat, Azaria Manulang, bersama Eliza Valentine.
Kepala Kantor, Rali Tasman, sampaikan, dalam negara kesatuan Republik Indonesia, moderasi beragama tetap menjadi simbol, dalam penegakan kerukunan umat beragama di seluruh penjuru negeri, termasuk di Pasaman Barat, yang memiliki 11 kecamatan.
Secara kependudukan, ulas Rali Tasman, warga Pasaman Barat tergabung dalam tiga etnis, yaitu Satu. Berasal dari Jawa, Dua suku Mandailing yang di dalamnya bergabung suku Batak dan Tapanuli, dan Ketiga. Etnis Minang,
Walau Pasaman Barat dihuni tiga etnis, beragam adat, budaya dan agama. Namun, harmonisasi antara etnis, agama, adat dan budaya di kabupaten yang terletak di kawasan pesisir pantai barat Sumatera, tetap rukun, damai dan harmonis.
Baca juga : SP3 Empat Mantan Pejabat Menuai Sorotan Praktisi Hukum
Khusus di Sumatera Barat, tambah Rali Tasman, Pasaman Barat diidentikkan dengan miniatur Indonesia. Walau penduduknya tergabung dalam tiga etnis, agama, bahasa dan adat-istiadat yang beragam. Harmonisasi dan kerukunan umat beragama di Pasaman Barat tetep terpelihara.
Pembimas Kristen, diwakili Abraham Renhard Saragi, dan Heri S. Hasugian, sampaikan, dalam menjalankan bimbingan, pembinaan dan penyuluh di tengah umat, penting sinergitas, koordinasi dan profesionalisme, sesuai bidang, wilayah kerja dan pengabdian yang dilakukan.
“Penilaian kepada setiap penyuluh akan diberikan berdasarkan kinerja Jika tidak sesuai dengan harapan, tentu nilai yang diperoleh juga akan mencerminkan hal tersebut. Bekerjalah dengan baik, baik dalam memberikan bimbingan penyuluhan maupun dalam bersikap dan berperilaku,” tegasnya. (gmz)





