Pasaman Barat | Mikanews : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman Barat kembali memperkuat akses layanan kesehatan bagi masyarakat nagari melalui kegiatan pengobatan gratis yang menyasar wilayah terdampak bencana.
Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menghadirkan pelayanan kesehatan langsung ke tengah masyarakat, terutama di daerah yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses.
Kegiatan pengobatan gratis tersebut digelar Pemkab Pasaman Barat bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Pasaman Barat di Batas Semut (Bateh Samuik), Jorong Tombang, Nagari Sinuruik, Kamis 8 /1/2026.
Pelaksanaannya dirangkaikan dengan peringatan Hari Jadi Pasaman Barat ke-22, Hari Kesehatan Nasional ke-61, serta HUT IDI ke-75.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan layanan pemeriksaan dan pengobatan gratis yang melibatkan dokter spesialis, dokter gigi, dan dokter umum. Selain layanan kesehatan, warga juga menerima bantuan sembako sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Baca juga : Pelayanan Kesehatan Gratis Dokter Spesialis dalam Rangka HUT Pasbar ke-22
Sejumlah pejabat dan unsur terkait turut hadir, di antaranya Kepala Kejaksaan Negeri Pasaman Barat, perwakilan Dandim, Asisten I Setia Bakti, Ketua TP-PKK Pasaman Barat Ny. Sifrowati Yulianto, Ketua GOW Ny. Gusmalini, Ketua DWP Ny. Erisa Doddy San Ismail, para kepala organisasi perangkat daerah, serta tenaga kesehatan. Kegiatan ini dikoordinasikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat.
Asisten I Setia Bakti menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat terhadap layanan kesehatan tersebut cukup tinggi. Berdasarkan data panitia, sebanyak 80 orang memanfaatkan layanan pengobatan gratis yang disediakan selama kegiatan berlangsung.
“Sebanyak 33 dokter terlibat dalam kegiatan ini, terdiri dari tujuh dokter gigi, 10 dokter spesialis, dan 16 dokter umum yang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Bateh Samuik,” ujar Setia Bakti.
Ia menjelaskan bahwa lokasi kegiatan dipilih karena merupakan wilayah terdampak bencana. Menurutnya, program ini sejalan dengan prioritas Pemkab Pasaman Barat dalam mendekatkan layanan kesehatan hingga ke nagari-nagari.
Sementara itu, Ketua IDI Pasaman Barat dr. Oktaherminiza, Sp.B, Subsp.Onk(K) menegaskan bahwa keterlibatan para dokter merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat, dengan keluhan yang paling banyak ditemukan antara lain penyakit kulit, pegal-pegal, batuk, dan gangguan kesehatan ringan lainnya.





