BerandaTRENDING TOPIKPrilly Latuconsina Minta Maaf, Kontroversi #OpenToWork LinkedIn Picu Kritik Warganet

Prilly Latuconsina Minta Maaf, Kontroversi #OpenToWork LinkedIn Picu Kritik Warganet

Mikanews.id | Prilly Latuconsina menjadi sorotan publik setelah mengaktifkan fitur #OpenToWork di akun LinkedIn miliknya. Aksi tersebut menuai kontroversi karena diduga sebagai bagian dari gimmick iklan di tengah sulitnya kondisi lapangan pekerjaan.

Kontroversi muncul karena sebagian warganet menilai langkah Prilly Latuconsina kurang peka terhadap kondisi pencari kerja. Banyak anak muda yang sedang berjuang mencari pekerjaan merasa tersinggung dan menganggap aksi tersebut meremehkan situasi yang mereka hadapi.

  • Kronologi Kontroversi

Awalnya, aktris yang juga dikenal sebagai kekasih Omara Esteghlal itu mengaktifkan fitur Open to Work di LinkedIn. Setelah itu, ia mengaku menerima banyak tanggapan dari HRD berbagai perusahaan.

Namun, di sisi lain, respons negatif juga bermunculan. Sejumlah warganet menuding langkah tersebut hanya sebagai strategi promosi atau gimmick iklan.

baca juga: Tragis! Siswa SD YBR Tewas, Negara Dinilai Gagal Lindungi Anak Miskin

  • Klarifikasi dan Permintaan Maaf

Menanggapi reaksi publik, Prilly Latuconsina kemudian menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf melalui akun Instagram pribadinya.

Ia mengaku memahami kekecewaan dan emosi yang muncul dari sebagian masyarakat. Prilly menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki niat buruk ataupun ingin bersikap tidak empati terhadap pencari kerja.

Menurutnya, penggunaan fitur Open to Work bertujuan untuk membuka peluang kolaborasi lintas industri dan memperluas jaringan profesional, terutama di bidang yang belum pernah ia coba sebelumnya.

Ia juga menegaskan bahwa langkah tersebut bukan untuk mengambil kesempatan orang lain, melainkan sebagai bagian dari proses belajar dan pengembangan diri.

  • Akun LinkedIn Sempat Hilang

Terkait akun LinkedIn yang sempat tidak bisa diakses, Prilly menjelaskan bahwa hal itu terjadi karena lonjakan aktivitas yang sangat tinggi. Saat ini, akunnya masih dalam proses pemulihan.

Ke depan, ia menyatakan tetap berkomitmen menjalankan berbagai kerja sama dan kegiatan yang memberikan dampak positif bagi banyak orang.

Kontroversi ini menjadi pelajaran bahwa komunikasi di ruang publik, terutama di tengah situasi sensitif seperti isu pekerjaan, dapat menimbulkan persepsi yang berbeda di masyarakat.

Google News

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini