Pasaman Barat | Mikanews.Id – Praktik gotong royong kembali menjadi fondasi utama dalam perbaikan jalan lintas Simpang Tiga Alin–Paraman Ampalu di Kenagarian Rabijongor, Kecamatan Gunung Tuleh, Kabupaten Pasaman Barat.
Jalan yang mengalami kerusakan parah selama bertahun-tahun itu kini ditimbun sepanjang sekitar 3.000 meter melalui swadaya murni masyarakat, melibatkan warga kampung dan perantau yang terhimpun dalam jejaring sosial kenagarian.
Kegiatan penimbunan dilaksanakan dengan mengandalkan kontribusi sukarela masyarakat berupa dana, material, alat berat, serta tenaga kerja.
Pola swadaya ini mencerminkan nilai sosial dan adat Minangkabau yang masih hidup, di antaranya prinsip sakik samo diraso, ringan samo dijinjiang, yang menempatkan kepentingan bersama sebagai tanggung jawab kolektif.
Kerusakan jalan lintas tersebut selama ini berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi warga.
Distribusi hasil pertanian dan perkebunan terhambat, biaya transportasi meningkat, serta mobilitas pelajar dan akses masyarakat ke layanan kesehatan menjadi tidak efisien. Kondisi inilah yang mendorong masyarakat mengambil langkah mandiri sebagai solusi darurat.
Inisiatif swadaya ini digagas oleh Sulaiman, S.Sos, putra daerah Kenagarian Rabijongor sekaligus anggota DPRD Pasaman Barat dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Baca juga: Pembangunan Dapur MBG Rabijongor Hampir Rampung, Layani Hingga 4.000 Siswa dan Serap Produk Lokal
a menyebutkan, gerakan kolektif tersebut lahir dari pengalaman nyata masyarakat, terutama saat arus mudik perantau menjelang Hari Raya Idulfitri yang selalu dihadapkan pada kondisi jalan rusak.
“Ini murni gerakan masyarakat. Kami hanya memfasilitasi dan mengoordinasikan partisipasi warga, baik yang di kampung maupun di perantauan. Dana dikumpulkan secara terbuka dan dimanfaatkan khusus untuk penimbunan jalan,” ujar Sulaiman.
Menurutnya, swadaya masyarakat ini merupakan bentuk partisipasi publik yang sah dan konstruktif, sejalan dengan semangat pembangunan berbasis masyarakat (community-based development), di mana warga berperan sebagai subjek sekaligus pelaku pembangunan di wilayahnya.
Dukungan lintas elemen turut memperkuat pelaksanaan kegiatan tersebut. Anggota DPRD Pasaman Barat dari Fraksi Partai Gerindra, Marwazi, turun langsung ke lapangan untuk memantau proses penimbunan jalan. Kehadiran wakil rakyat tersebut dinilai sebagai bentuk pengawasan dan penguatan aspirasi masyarakat.
Masyarakat berharap, inisiatif swadaya ini dapat menjadi rujukan awal bagi pemerintah daerah untuk melanjutkan peningkatan kualitas jalan secara permanen.
Mereka menegaskan bahwa swadaya bukan dimaksudkan untuk menggantikan peran negara, melainkan sebagai respons darurat masyarakat terhadap kebutuhan infrastruktur yang berdampak langsung pada keselamatan, mobilitas, dan kesejahteraan publik.*Mika
(Akhir)





