Jakarta | Mikanews : Dukungan terhadap Sultan Sepuh Cirebon KGSS PNG Heru Rusyamsi Arianatareja, S.Psi., M.H. untuk menjadi Utusan Khusus Presiden Prabowo Subianto semakin menguat. Setelah sebelumnya datang dari berbagai tokoh organisasi dan budaya, kini giliran salah satu akademisi dan tokoh pendidikan paling berpengaruh di Indonesia, Prof. H. Harry Madya Hasjim Noemana, Soetan Radjo Alam, SE, MBA, PhD, yang ikut menyatakan dukungan terbuka.
Sosok yang dikenal memiliki rekam jejak panjang di dunia pendidikan, ekonomi, dan organisasi nasional ini menilai bahwa penunjukan Sultan Sepuh Cirebon sebagai Utusan Khusus Presiden adalah langkah strategis yang akan membawa harmonisasi baru antara negara dan kerajaan/kesultanan Nusantara.
“Figur Sultan Sepuh Sangat Tepat Menjadi Jembatan Negara dan Kerajaan Nusantara”
Dalam pernyataannya, Prof. Harry Madya Hasjim menegaskan bahwa Sultan Sepuh Cirebon memiliki kredibilitas, legitimasi, dan kapasitas intelektual yang kuat untuk mengemban tugas sebagai Utusan Khusus Presiden.
> “Sultan Sepuh Cirebon bukan hanya memiliki garis keturunan yang jelas dan legitimasi budaya yang kuat, tetapi juga kapasitas akademik dan kepemimpinan yang mumpuni. Beliau adalah figur tepat untuk mengemban tugas sebagai penghubung resmi antara negara dan kerajaan Nusantara,” ujar Prof. Harry.
Sebagai tokoh yang pernah memimpin dan membina banyak institusi besar—mulai dari Rektor UTB, Wakil Rektor UA, Dirut LP3I Group, hingga pengurus di KADIN, HIPMI, dan berbagai lembaga nasional—Prof. Harry melihat potensi Sultan Sepuh sebagai aset strategis bangsa.
Baca juga : Pemda Pasaman Barat Laporkan Progres Pemulihan Pascabencana, 4 Warga Masih Hilang
Akademisi Nilai Langkah Presiden Prabowo Sebagai Terobosan Bersejarah
Prof. Harry menilai langkah Presiden Prabowo membuka ruang formal bagi para raja dan sultan Nusantara merupakan terobosan historis dalam perjalanan Indonesia modern.
> “Presiden Prabowo memahami bahwa akar budaya bangsa tidak boleh ditinggalkan. Dengan merangkul kerajaan dan kesultanan, negara memberikan penghormatan pada sejarah dan memperkuat fondasi kedaulatan nasional,” ungkapnya.
Ia menilai kehadiran Sultan Sepuh Cirebon di lingkaran strategis Presiden akan membawa stabilitas, legitimasi budaya, serta memperkuat komunikasi antara pemerintah dan komunitas adat-kerajaan di seluruh Indonesia.
Solusi Konflik Agraria dan Penataan Legitimasi Kerajaan Nusantara
Sebagai pembina berbagai lembaga seperti FORMASINDO P3S, DPP FK-PKBM, serta banyak organisasi ekonomi dan sosial lain, Prof. Harry menyoroti bahwa Sultan Sepuh Cirebon juga dapat menjadi penentu langkah penyelesaian konflik agraria dan tanah ulayat.
> “Sultan Sepuh adalah jembatan natural antara negara dan tanah-tanah adat. Dengan kapasitas beliau, penyelesaian konflik agraria bisa lebih adil, tepat sasaran, dan menghormati sejarah,” tambahnya.
Selain itu, ia menilai keberadaan Sultan Sepuh sangat penting dalam menata ulang legitimasi kerajaan Nusantara di tengah maraknya fenomena “raja-raja tanpa dasar”.
Dukung Harmoni Negara dan Kerajaan Demi Kekuatan NKRI
Prof. Harry Madya Hasjim menutup pernyataannya dengan penegasan pentingnya harmoni yang terjalin antara NKRI dan kerajaan Nusantara.
> “Jika negara dan kerajaan mampu bersinergi, maka NKRI akan semakin kokoh, berwibawa, dan dihormati dunia internasional. Sultan Sepuh adalah figur kunci untuk mengawal harmonisasi itu.”
Dengan dukungan para akademisi senior, tokoh budaya, organisasi nasional, dan berbagai elemen masyarakat, dorongan agar Sultan Sepuh Cirebon menjadi Utusan Khusus Presiden Prabowo semakin kuat dan mendapat legitimasi publik yang luas.





