PASAMAN | Mikanews.id – Pemerintah Kabupaten Pasaman bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia menyalurkan bantuan dana stimulan tahap I bagi warga yang rumahnya rusak akibat bencana hidrometeorologi, Jumat (13/2/2026).
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis di Aula Lantai III Kantor Bupati Pasaman dan dilaksanakan serentak melalui sambungan virtual bersama wilayah terdampak di Provinsi Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.
Kabupaten Pasaman menerima alokasi dana stimulan sebesar Rp. 435 juta yang diperuntukkan bagi perbaikan rumah warga di sejumlah kecamatan, yakni Mapat Tunggul Selatan, Panti, Bonjol, Simpang Alahan Mati, dan Rao Utara.
Bantuan ini menjadi bagian dari program nasional yang dilaksanakan secara serentak di 20 kabupaten/kota sebagai upaya percepatan pemulihan pascabencana.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman, Mardianto, menjelaskan bahwa total penerima bantuan di daerah tersebut mencapai 29 orang yang tersebar dalam beberapa kategori kerusakan.
Baca juga: Data Akurat Jadi Kunci! Bupati Pasaman Buka FGD Statistik untuk Pasaman Bangkit 2026
Untuk kategori rusak ringan, bantuan sebesar Rp. 15 juta diberikan kepada 21 keluarga. Sementara kategori rusak sedang menerima Rp. 30 juta untuk 4 keluarga, dan kategori rusak berat memperoleh bantuan Rp. 60 juta untuk 4 keluarga.
Menurut Mardianto, penyaluran bantuan ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam mempercepat pemulihan masyarakat terdampak bencana yang melanda wilayah Pasaman beberapa waktu lalu. Selain bantuan perbaikan rumah, pemerintah juga menaruh perhatian pada penguatan Program Nagari Tangguh Bencana guna membangun sistem mitigasi yang lebih terencana dan preventif di tingkat lokal.
Wakil Bupati Pasaman, H. Parulian, menyampaikan apresiasi atas kerja cepat BPBD Pasaman bersama BNPB RI yang telah melakukan koordinasi intensif sejak awal pelaporan dampak bencana hingga bantuan dapat disalurkan kepada masyarakat. Ia berharap bantuan stimulan ini mampu menjadi dorongan baru bagi warga untuk membangun kembali rumah mereka secara bermartabat.
“Bantuan stimulan ini diharapkan menjadi energi baru bagi masyarakat untuk membangun kembali tempat tinggalnya secara bermartabat dan menata kembali kehidupan dengan semangat optimis,” ujar Parulian.
Ia juga menegaskan bahwa bantuan stimulan ini dirancang agar masyarakat dapat memperbaiki hunian secara mandiri dengan tetap memperhatikan standar keamanan bangunan tahan bencana. Oleh karena itu, Parulian meminta para camat dan wali nagari untuk mengawal proses penyaluran bantuan secara bertanggung jawab.
Selain itu, Wakil Bupati menginstruksikan agar akurasi data penerima serta transparansi administrasi dijaga secara ketat guna mencegah terjadinya penyimpangan. Ia juga mengingatkan masyarakat penerima bantuan agar memanfaatkan dana tersebut secara bijak demi mewujudkan rumah yang aman dan layak bagi keluarga.
Kegiatan penyerahan bantuan tersebut turut dihadiri perwakilan BNPB RI, unsur Forkopimda Kabupaten Pasaman, para Asisten, Staf Ahli, serta jajaran Kepala OPD terkait.
Melalui momentum ini, Pemerintah Kabupaten Pasaman menegaskan komitmennya untuk memperkuat ketahanan daerah dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.(St.M)





