BerandaNASIONALRibuan Warga Ikuti Ratik Tolak Bala di Nagari Bisati Sungai Sariak

Ribuan Warga Ikuti Ratik Tolak Bala di Nagari Bisati Sungai Sariak

Padang Pariaman | Mikanews.id – Nagari Bisati Sungai Sariak, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat, pada Selasa, 17 Februari 2026, kembali melaksanakan agenda rutin tahunan “Ratik Tolak Bala” atau zikir bersama menjelang masuknya bulan suci Ramadan.

Kegiatan sakral ini merupakan tradisi turun-temurun masyarakat nagari yang bertujuan memohon perlindungan Allah SWT agar kampung terhindar dari berbagai musibah dan marabahaya.

Dalam beberapa waktu terakhir, masyarakat menghadapi beragam ujian, mulai dari serangan hama pada sawah dan ladang petani hingga meningkatnya kekhawatiran terhadap persoalan sosial seperti perbuatan asusila.

Melalui zikir bersama, masyarakat berharap ketenteraman dan keselamatan dapat kembali menyelimuti nagari.

Pelaksanaan Ratik Tolak Bala diawali di setiap korong, dengan menyasar areal persawahan dan ladang, lalu dilanjutkan ke rumah-rumah warga melalui zikir yang dipimpin oleh para orang siak dan labai. Puncak kegiatan dilaksanakan pada Selasa terakhir menjelang bulan Ramadan, di mana seluruh rangkaian ditutup dengan zikir akbar gabungan seluruh korong.

Zikir bersama ini menjadi momen kebersamaan yang sangat dinantikan. Ribuan masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua, tumpah ruah mengikuti arak-arakan zikir sepanjang kurang lebih 3 kilometer, yang berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan.

Suasana semakin semarak dan religius dengan cahaya obor yang menerangi jalan, menciptakan pemandangan spiritual yang menyentuh hati.

Baca juga: Masyarakat Kota Sibolga Menolak aktivitas Penggunaan Pukat Harimau/Trawl Di Wilayah Laut Sibolga

Menariknya, kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh warga setempat, tetapi juga menarik partisipasi masyarakat dari luar nagari yang turut hadir dan larut dalam lantunan zikir.

Labai Nagari Bisati Sungai Sariak, Khaidir, menyampaikan bahwa tradisi ini merupakan bentuk ikhtiar batin masyarakat.

“Kegiatan ini kita lakukan setiap tahun, tepatnya pada hari Selasa terakhir menjelang bulan Ramadan. Tujuannya agar kampung kita terhindar dari marabahaya. Dengan zikir bersama, nikmat semakin banyak, bala dijauhkan dari kita semua,” ujarnya.

Melalui Ratik Tolak Bala, masyarakat Nagari Bisati Sungai Sariak tidak hanya memperkuat hubungan spiritual dengan Sang Pencipta, tetapi juga mempererat silaturahmi dan menjaga nilai-nilai adat serta kearifan lokal yang menjadi jati diri nagari.

Tradisi ini menjadi bukti bahwa kebersamaan, doa, dan keimanan tetap menjadi benteng utama dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

By Rizal and januar

Google News

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini