PASAMAN BARAT | Mikanews.id – Kebakaran Pasaman Barat terjadi pada malam kedua Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Satu unit rumah permanen milik Bahari (72) di Jorong Lintang Selatan, Nagari Lingkuang Aua, Kecamatan Pasaman, hangus terbakar pada Jumat (20/2/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.
Peristiwa ini terjadi saat rumah dalam keadaan kosong. Pemilik sedang berbuka puasa bersama keluarga di luar rumah. Api diketahui sudah membesar ketika laporan diterima petugas.
Kasat Pol PP dan Pemadam Kebakaran Pasaman Barat, Handoko, menjelaskan pihaknya langsung mengerahkan dua unit armada dari Posko Simpang Empat dan Posko Kinali.
“Api sudah membesar saat laporan masuk. Kami langsung bergerak cepat ke lokasi,” ujar Handoko.
Proses pemadaman berlangsung intensif hingga pukul 21.21 WIB. Petugas fokus memadamkan sumber api dan menyisir titik panas agar tidak merembet ke rumah warga di sekitar lokasi.
“Alhamdulillah api berhasil dikendalikan. Prioritas kami memastikan rumah tetangga aman,” tegasnya.
Baca juga: Jelang Tarawih, Rumah Bahri di Batang Toman, Ludes
Akibat kejadian ini, rumah permanen beserta seluruh isinya ludes terbakar. Selain bangunan, korban juga kehilangan uang tunai sekitar Rp250 juta, surat berharga, serta perhiasan yang tidak sempat diselamatkan.
Total kerugian ditaksir mencapai Rp550 juta.
“Kami sangat prihatin atas musibah ini. Kerugian korban cukup besar,” ungkap Handoko.
Dalam penanganan kebakaran, delapan personel dari Posko Simpang Empat dikerahkan, dipimpin Danru Arjunaidi bersama Sabnil B, Rozi Arisandi, Rezema Acmi, Dedi Sutarjo, Beny Utama, Hafis Alamin, dan Piodi Btr.
Sementara dari Posko Kinali, tujuh personel turun langsung dipimpin Danru Wardo bersama Rubi Hamzah, Hassanal S, Jefri Afrianto, dan Ade Candra. Penanganan juga dibantu Yoga Saputra dari regu B.
Handoko mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama saat rumah ditinggalkan dalam keadaan kosong.
“Kondisi rumah kosong membuat api sulit dikendalikan di awal kejadian. Pastikan instalasi listrik aman, jangan meninggalkan api menyala, dan simpan barang mudah terbakar dengan baik,” jelasnya.
Pihaknya juga akan melakukan evaluasi internal untuk meningkatkan kecepatan dan efektivitas penanganan darurat ke depan.
Selain itu, ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian dan bantuan kepada korban agar dapat segera bangkit dari musibah, terlebih kejadian terjadi di bulan suci Ramadhan.
“Kehilangan rumah dan harta benda tentu sangat berat. Kami berharap korban mendapat dukungan yang layak,” tutupnya.
(Aulia)





