Jakarta | Mikanews : Setelah selat Hormuz kembali dibuka, masyarakat dunia berharap Pasokan Energi Global diharapkan dapat kembali Stabil. Harga minyak dunia mengalami penurunan tajam dan signifikan setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran resmi mencapai kesepakatan penting untuk meredakan ketegangan dan membuka kembali Selat Hormuz — jalur pelayaran strategis yang menjadi urat nadi perdagangan energi internasional.
Kesepakatan damai ini disambut positif oleh pasar global dan diproyeksikan akan memulihkan stabilitas pasokan minyak dunia.
Berdasarkan laporan resmi Reuters, [https: //www. reuters. com/] yang dirilis Senin (15/6/2026), harga minyak mentah acuan Amerika Serikat turun 4,2 persen menjadi US$80,87 per barel.
Sementara itu, minyak mentah Brent sebagai tolok ukur utama dunia juga melemah 3,9 persen menjadi US$83,75 per barel.
Isi Utama Kesepakatan; Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan tersebut secara resmi melalui pernyataan di media sosial Truth Social:
“Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Selat Hormuz akan dibuka kembali tanpa pungutan bea masuk, dan Amerika Serikat akan mengakhiri blokade angkatan laut terhadap Iran.”ungkap Donald.
Pembukaan resmi jalur vital ini dijadwalkan berlangsung pada Jumat mendatang, bertepatan dengan upacara penandatanganan perjanjian damai di Swiss.
Arus pengiriman minyak di pastikan beroperasi normal sepenuhnya setelah proses pembersihan ranjau laut selesai dilaksanakan.
“Setelah penandatanganan dan pembersihan selesai, minyak akan mengalir kembali lancar demi kepentingan kawasan dan seluruh dunia,” tambah Trump.
Peran Penting Selat Hormuz
Selat Hormuz memegang peran krusial: sebelum terjadinya gangguan keamanan sejak awal Maret lalu, sekitar 20 persen dari total pasokan minyak dunia melintasi jalur ini.
Ketegangan yang melibatkan Iran sebelumnya telah menurunkan drastis pergerakan kapal tanker dan menciptakan salah satu gangguan pasokan terbesar dalam sejarah energi modern.
Dukungan Mediasi Pakistan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif selaku mediator dalam proses diplomasi membenarkan bahwa, kesepakatan ini mencakup penghentian operasi militer secara segera dan permanen di seluruh lini konflik, termasuk wilayah Lebanon.
Sharif menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada kedua pihak dan menegaskan bahwa pertemuan teknis lanjutan akan diselenggarakan pekan ini guna memastikan kelancaran pelaksanaan perjanjian.
Dampak Bagi Dunia Kesepakatan ini dinilai sebagai terobosan besar dalam meredakan gejolak geopolitik Timur Tengah.
Dengan di bukanya kembali Selat Hormuz, pasar internasional berharap volatilitas harga dapat ditekan, kepastian pasokan terjamin, dan beban biaya energi bagi negara-negara pengimpor — termasuk Indonesia — dapat lebih ringan dan terprediksi ke depannya.
(Red)




