BerandaDAERAHMusyawarah Nagari Rembug Stunting Nagari Giri Maju Tahun 2026

Musyawarah Nagari Rembug Stunting Nagari Giri Maju Tahun 2026

Giri Maju | Mikanews : Pada Musyawarah Nagari tentang Rembug Stunting di Nagari Giri Maju Tahun 2026, peserta secara bersama sepakat memutus rantai Stunting.

Musyawarah Rembug Stunting yang digelar di Aula Bamus Nagari Giri Maju pada Rabu, (15/7/ 2026), merupakan salah satu wujud nyata sinergi untuk mengatasi masalah gizi buruk yang menghambat tumbuh kembang generasi penerus.

Musyawarah selain dihadiri oleh Pj. Wali Nagari Rievani, beserta perangkatnya, juga terlihat hadir Camat Luhak Nan Duo Sutrisno, Kepala Puskesmas Ophir dr. Aprilia Daratika, Kepala Perencana BTPH Fitria Santi, PLD Fadli, Pendamping PKH, R. Efendi serta PKK, Karang Taruna, kader Posyandu, Bidan dan penyuluh kesehatan, serta KPM, tokoh masyarakat, juga hadir orang tua balita.

Kegiatan resmi dibuka oleh Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BAMUS) Nagari, Usnil Amri.

Ketua Bamus, Usnil Amri yang didampingi oleh seluruh anggota dalam sambutannya menegaskan, musyawarah ini bukan sekadar seremonial, melainkan titik tolak penyusunan langkah nyata yang disesuaikan dengan kondisi warga.

“Kita harus jujur melihat kenyataan di lapangan. Stunting bukan hanya soal tubuh pendek, melainkan kerusakan perkembangan otak dan fisik yang bersifat permanen. Oleh karena itu, BPD mendukung penuh setiap program yang disusun demi kesehatan anak-anak kita,” ujar Usnil Amri.

Sementara itu, Wali Nagari, Rievani dalam sambutannya menyampaikan komitmen nagari untuk memprioritaskan penanganan masalah ini.

Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat, mulai dari kader posyandu hingga keluarga, untuk tidak menutup mata.

“Setiap rumah tangga adalah garda terdepan. Pola makan yang benar, kebersihan lingkungan, dan perhatian pada ibu hamil adalah kunci utama yang harus kita mulai sekarang,” katanya.

Camat Luhak Nan Duo, Sutrisno dalam sambutannya menekankan pentingnya peran serta semua pihak.

Menurut Camat Luhak Nan Duo, Sutrisno saat memberikan arahan menyampaikan harapannya, bagaimana tercapainya keberhasilan program ini yakni, menekan angka stunting tidak bisa bisa dibebankan hanya kepada tenaga kesehatan saja.

“Pemerintah kecamatan akan terus mendukung, namun kuncinya ada di gotong royong. Mulai dari perencanaan anggaran nagari, pengawasan pelaksanaan, hingga kesadaran keluarga, harus berjalan beriringan. Jangan sampai anak-anak kita kehilangan masa depan hanya karena kurangnya perhatian pada gizi di 1.000 hari pertama kehidupan mereka,” tegas Sutrisno.

Kepala Puskesmas Ophir dr. Aprilia Daratika selaku narasumber utama memaparkan data dan fakta penyebab stunting, mulai dari kurangnya asupan gizi, kurangnya pengetahuan ibu, hingga buruknya sanitasi lingkungan.

Bersama tim penyuluh kesehatan, ia memandu peserta menyusun rencana aksi yang akan dijalankan secara bertahap.

Dalam musyawarah ini juga disepakati sejumlah langkah konkret:
pemantauan rutin ibu hamil dan balita, pemberian makanan bergizi berbasis hasil bumi warga, perbaikan akses air bersih dan sanitasi, serta pembentukan kelompok pendampingan keluarga.

Peserta Musyawarah Rembug Stunting secara bersama-sama dengan warga, menyepakati langkah konkret yang akan dijalankan:

– Memastikan setiap ibu hamil mendapat asupan gizi cukup dan pemeriksaan rutin

– Mengoptimalkan layanan Posyandu serta pemberian makanan pendamping yang bergizi

– Menjaga kebersihan lingkungan dan air bersih sebagai kunci penyerapan gizi

– Membangun pantauan bersama agar tidak ada balita yang terlewat pemantauan pertumbuhannya

Pemerintah desa dan tenaga kesehatan pun berkomitmen mendukung penuh langkah warga, mulai dari penyuluhan rutin hingga pendampingan keluarga yang membutuhkan.

Dengan gotong royong, perhatian tulus, dan perbaikan pola hidup dari rumah, desa mampu melahirkan anak-anak yang cerdas, kuat, dan siap membawa kemajuan.

Kegiatan ini ditutup dengan satu tekad bersama:
Stunting bukan takdir.

Musyawarah Nagari Rembug Stunting Tahun 2026 sebagai
Warga bersatu dalam upaya memutus mata rantai Stunting:

Solusi Sehat Dimulai dari Rumah

Melalui kerja sama yang erat antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan seluruh elemen masyarakat, rantai masalah ini pasti dapat diputus demi mewujudkan generasi yang cerdas, sehat, dan berkualitas.

(Aulia)

Google News

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini