BerandaBERITAAlumni Smada 2000 Bone Serahkan 3 Motor Sampah, Aksi Nyata Peduli Lingkungan

Alumni Smada 2000 Bone Serahkan 3 Motor Sampah, Aksi Nyata Peduli Lingkungan

WATAMPONE | mikanews — Peduli lingkungan tidak berhenti pada slogan. Ikatan Alumni SMA Negeri 2 Bone (IKA Smada) Angkatan 2000 membuktikannya melalui aksi nyata dengan menyerahkan tiga unit motor sampah dan sejumlah tempat sampah kepada Pemerintah Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Bantuan tersebut diserahkan setelah upacara pengibaran bendera dalam rangka HUT ke-81 Republik Indonesia di Lapangan Merdeka, Senin, 17 Agustus 2026.

Ketua IKA Smada 2000, Andi Irwan, bersama jajaran alumni menyerahkan langsung bantuan tersebut kepada Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman yang menerima atas nama Pemerintah Kabupaten Bone.

Tiga motor sampah tersebut diharapkan dapat memperkuat sarana operasional pengangkutan sampah di wilayah Kabupaten Bone.

Bagi IKA Smada 2000, bantuan tersebut merupakan bentuk kontribusi alumni terhadap daerah tempat mereka pernah tumbuh dan menempuh pendidikan.

“Kami ingin alumni tidak hanya berkumpul dan bersilaturahmi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan daerah,” kata Andi Irwan.

Menurutnya, motor sampah tersebut diharapkan dapat membantu kegiatan pengangkutan sampah sekaligus mendorong masyarakat semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan.

Andi Irwan juga berharap aksi tersebut dapat menginspirasi kelompok masyarakat lainnya untuk mengambil peran sesuai kemampuan masing-masing.

Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman mengapresiasi kepedulian IKA Smada 2000. Menurut Andi Asman, keterlibatan organisasi alumni, komunitas, masyarakat, dan pemerintah menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan yang bersih dan sehat.

“Kolaborasi antara pemerintah, organisasi alumni, komunitas, dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat,” ujarnya.

Ia menilai tiga motor sampah tersebut menjadi tambahan sarana yang dapat mendukung pengelolaan kebersihan di Kabupaten Bone.

Bupati juga melihat bantuan tersebut sebagai contoh bahwa kegiatan alumni tidak harus berhenti pada reuni dan silaturahmi. Kegiatan sosial yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat dapat memberikan manfaat yang lebih luas.

Menurut pemerintah daerah, keberadaan sarana pengangkutan dapat membantu mempercepat pemindahan sampah dari berbagai titik. Namun, sarana saja tidak cukup untuk menciptakan lingkungan yang bersih.

Kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kebersihan.

Andi Asman menekankan bahwa setiap warga memiliki kesempatan untuk berkontribusi. Kepedulian terhadap lingkungan tidak harus menunggu seseorang memiliki jabatan atau anggaran besar.

“Lingkungan yang bersih bukan hadiah dari siapa pun, melainkan hasil kerja sama, disiplin, dan rasa memiliki dari seluruh warga,” jelasnya.

Ia menilai langkah IKA Smada 2000 menunjukkan bahwa organisasi masyarakat dapat membantu pemerintah melalui kontribusi yang sederhana tetapi memiliki manfaat langsung.

Bantuan tersebut juga diharapkan menjadi pemicu bagi munculnya gerakan peduli lingkungan di tingkat masyarakat.

Pemerintah, alumni, komunitas, dan warga dapat mengambil peran masing-masing untuk menjaga lingkungan tetap bersih, sehat, dan nyaman.

Bagi Kabupaten Bone, aksi IKA Smada 2000 menjadi contoh bahwa kepedulian terhadap daerah dapat diwujudkan melalui tindakan konkret.

“Peduli lingkungan bukan sekadar slogan, melainkan aksi nyata yang dapat dimulai dari diri sendiri. Mari bersama-sama menjaga kebersihan untuk kesejahteraan semua,” pungkas Bupati Bone. (DA)

Google News

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini