TANGERANG | mikanews — Aliran air PDAM Kabupaten Tangerang kembali normal di Kampung Kebon Besar dan Kampung Tawang, Kelurahan Kosambi Barat, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten, setelah warga mengalami gangguan pasokan selama hampir empat bulan.
Pemulihan tersebut disambut lega oleh warga. Setelah perbaikan dilakukan oleh tim teknisi Perumdam Tirta Kerta Raharja (TKR) Kabupaten Tangerang, air kembali mengalir ke rumah-rumah pelanggan.
Warga menyebut kondisi aliran kini jauh lebih baik. Air dilaporkan mengalir lancar, jernih, dan cukup deras sehingga warga tidak lagi membutuhkan pompa pendorong untuk membantu aliran dari jaringan pipa.
Slamet Riyadi, warga RT 01 RW 03 Kampung Kebon Besar, menunjukkan langsung kondisi air dari meteran rumahnya setelah aliran kembali pulih.
“Alhamdulillah sekarang sudah mengalir normal. Terima kasih. Kendalanya ke depan, kalau ada gangguan jangan sampai lama-lama ditangani, jangan seperti kemarin sampai hampir empat bulan,” ujar Slamet.
Ia berharap laporan warga terkait gangguan distribusi air dapat segera ditindaklanjuti sehingga masalah serupa tidak berlangsung berbulan-bulan.
Harapan yang sama disampaikan Tri Asih, warga Kampung Tawang. Ia mengapresiasi pemulihan aliran air dan menyebut kondisi air yang diterima di rumahnya sudah jernih.
“Alhamdulillah airnya sudah mengalir, jernih juga, tanpa perlu ditarik Sanyo. Terima kasih kepada PDAM yang sudah merespons keluhan pelanggan dan memperbaiki pipa,” kata Tri Asih.
Menurut warga, normalnya kembali pasokan air memberikan dampak langsung terhadap aktivitas rumah tangga. Kebutuhan sehari-hari yang sebelumnya terkendala akibat gangguan pasokan kini dapat dilakukan dengan lebih mudah.
Pemulihan ini juga mendapat apresiasi dari Lurah Kosambi Barat, Aal Laela Nuraliyah. Ia menyampaikan terima kasih kepada jajaran direksi Perumdam TKR Kabupaten Tangerang dan tim teknisi yang melakukan penanganan di lapangan.
“Alhamdulillah keluhan masyarakat terkait air PDAM sudah teratasi. Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Dirut PDAM beserta seluruh jajaran dan teknisi yang sudah berjibaku di lapangan,” ujar Aal.
Ia menyebut pasokan air bersih kini kembali mengalir deras di wilayahnya. Aal berharap kondisi tersebut dapat dipertahankan secara berkelanjutan.
“Harapannya, pelayanan optimal ini dapat dipertahankan secara berkelanjutan demi kenyamanan seluruh warga,” katanya.
Bagi warga Kosambi Barat, persoalan air bersih bukan sekadar masalah kenyamanan. Air merupakan kebutuhan dasar yang digunakan untuk berbagai aktivitas rumah tangga setiap hari.
Karena itu, gangguan distribusi dalam waktu panjang dapat membuat aktivitas warga ikut terganggu. Pemulihan aliran menjadi kabar baik, tetapi warga berharap kecepatan penanganan juga menjadi perhatian utama apabila gangguan kembali terjadi.
Warga tidak hanya meminta air kembali mengalir. Mereka juga berharap tersedia respons yang cepat ketika laporan gangguan disampaikan kepada penyelenggara layanan.
Perbaikan jaringan PDAM menjadi langkah penting untuk memulihkan layanan. Namun, bagi pelanggan, konsistensi aliran dan kecepatan merespons keluhan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kualitas pelayanan publik.
Pemulihan aliran air di Kampung Kebon Besar dan Kampung Tawang akhirnya menjadi momentum bagi Perumdam TKR Kabupaten Tangerang untuk menjaga kembali kepercayaan pelanggan.
Apresiasi warga menunjukkan bahwa perbaikan layanan memberikan dampak langsung. Pada saat yang sama, pengalaman gangguan selama hampir empat bulan menjadi catatan agar persoalan serupa dapat ditangani lebih cepat apabila kembali muncul.
“Pemulihan layanan adalah langkah baik, namun menjaga konsistensi dan kecepatan respons atas setiap gangguan adalah kunci kepuasan dan kepercayaan pelanggan,” pungkas Aal. (Hasyim)





