BerandaDAERAHBayi Ditemukan dalam Kantong Plastik di Bengkulu, Remaja 17 Tahun Diamankan

Bayi Ditemukan dalam Kantong Plastik di Bengkulu, Remaja 17 Tahun Diamankan

BENGKULU | mikanews — Penemuan jenazah bayi dalam kantong plastik hitam menggemparkan warga Kelurahan Bumi Ayu, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu. Bayi tersebut ditemukan sejumlah anak yang sedang memancing di sekitar jembatan kecil pada Sabtu (19/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Kantong plastik itu ditemukan berada di dekat jembatan. Saat dibuka, warga mendapati jenazah seorang bayi berada di dalamnya.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada kepolisian. Polisi langsung melakukan penyelidikan untuk mengetahui asal-usul bayi dan pihak yang bertanggung jawab atas pembuangan tersebut.

Kapolresta Bengkulu Kombes Pol. Rahmad Hidayat mengungkapkan perkembangan kasus tersebut dalam konferensi pers di halaman Mapolresta Bengkulu, Rabu (23/9/2026).

Setelah menerima laporan, tim Satreskrim melakukan olah tempat kejadian perkara. Petugas kemudian menemukan sejumlah tetesan darah di sekitar lokasi penemuan.

Jejak tersebut mengarah ke sebuah rumah yang berada tidak jauh dari jembatan. Dari rumah tersebut, polisi mengamankan seorang pelajar perempuan berinisial FPI alias S yang masih berusia 17 tahun.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh polisi, FPI mulai merasakan sakit perut pada Jumat (18/9/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Rasa sakit tersebut berlanjut hingga dini hari.

Sekitar pukul 03.00 WIB, bayi yang dikandung FPI lahir di kamar mandi rumah.

Setelah proses kelahiran, FPI disebut panik dan takut kelahiran tersebut diketahui orang lain. Bayi kemudian dimasukkan ke dalam kantong plastik.

Sekitar pukul 04.00 WIB, FPI keluar dari rumah dan membuang bayi tersebut ke parit di sekitar jembatan kecil. Setelah itu, ia kembali ke rumah.

Polisi kemudian mengamankan FPI di Mapolresta Bengkulu untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kasus ini kini berada dalam penanganan kepolisian. Fakta mengenai peristiwa tersebut menjadi bagian dari proses penyelidikan dan penegakan hukum yang sedang berjalan.

Peristiwa di Kelurahan Bumi Ayu itu juga menunjukkan pentingnya keberanian untuk mencari bantuan ketika menghadapi persoalan yang berat, sehingga situasi tidak berkembang menjadi peristiwa yang menghilangkan nyawa. (Red)

Google News

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini