MUKOMUKO | mikanews – Pilkades serentak di Kabupaten Mukomuko menjadi perhatian serius jajaran Polres Mukomuko. Menjelang pelaksanaan pemilihan kepala desa, Kapolres Mukomuko AKBP Riky Crisma Wardana, S.I.K. mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing isu, menyebarkan hoaks, atau melakukan tindakan yang dapat memicu konflik. 22/09/26
Imbauan tersebut disampaikan sebagai bagian dari langkah preventif kepolisian untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama seluruh tahapan Pilkades berlangsung.
Kapolres meminta masyarakat memahami bahwa perbedaan pilihan merupakan bagian dari proses demokrasi. Perbedaan tersebut tidak boleh berubah menjadi permusuhan antar sesama warga.
“Perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar dalam sebuah proses demokrasi. Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga persatuan dan persaudaraan,” ujar AKBP Riky Crisma Wardana.
Menurut Kapolres, masyarakat harus tetap menjaga hubungan kekeluargaan meskipun mendukung calon kepala desa yang berbeda.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati menghadapi informasi yang beredar menjelang Pilkades, terutama informasi yang sumber dan kebenarannya belum jelas.
Informasi yang tidak terverifikasi, jika langsung dipercaya dan disebarkan, dapat memperkeruh suasana serta berpotensi mengganggu Kamtibmas.
“Jangan mudah percaya terhadap isu yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Pastikan terlebih dahulu informasi tersebut sebelum diteruskan kepada orang lain,” tegasnya.
Kapolres meminta masyarakat tidak menjadikan media sosial sebagai tempat menyebarkan informasi yang belum terbukti benar.
Hoaks, isu provokatif, serta konten yang dapat memicu perselisihan diminta tidak disebarluaskan.
“Gunakan media sosial secara bijak, jangan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, dan jangan memberikan ruang bagi pihak-pihak yang ingin memecah persatuan masyarakat,” lanjutnya.
Selain menghindari provokasi, Polres Mukomuko mengajak masyarakat ikut menjaga keamanan lingkungan masing-masing.
Warga diminta memperhatikan kondisi di lingkungan sekitar dan segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan, potensi konflik, maupun tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan.
Polres Mukomuko bersama jajaran Polsek akan melakukan pemantauan situasi di wilayah hukum masing-masing sebagai bagian dari upaya menjaga kondisi tetap kondusif.
Kapolres juga mengingatkan seluruh pihak untuk menjaga sportivitas selama Pilkades.
Dukungan terhadap calon kepala desa diperbolehkan, tetapi harus dilakukan secara santun, tertib, dan sesuai aturan.
Masyarakat tidak diperbolehkan melakukan tindakan yang merugikan, menghina, mengintimidasi, atau menjatuhkan pihak lain.
“Silakan berbeda pilihan dan memberikan dukungan kepada calon masing-masing, tetapi tetap kedepankan etika, kesantunan dan aturan,” kata Kapolres.
Selain menjaga keamanan, masyarakat yang memenuhi persyaratan sebagai pemilih juga diminta menggunakan hak pilihnya secara bertanggung jawab.
Pemilih diimbau datang ke TPS dengan tertib dan memberikan pilihan sesuai hati nurani tanpa tekanan.
Kapolres menilai partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilih menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Pilkades. Namun, proses pemungutan suara tetap harus mengikuti ketentuan yang berlaku.
Polres Mukomuko juga mengingatkan bahwa menjaga keamanan Pilkades bukan hanya tugas kepolisian.
Calon kepala desa, pendukung, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, perangkat desa, dan masyarakat memiliki peran dalam menciptakan situasi yang aman.
“Keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama,” tegas AKBP Riky Crisma Wardana.
Dalam pengamanan Pilkades, Polres Mukomuko menyatakan akan mengedepankan langkah preventif, pendekatan humanis, dan pelayanan kepada masyarakat.
Polri juga menyatakan akan menjalankan tugas sesuai ketentuan dengan mengedepankan netralitas dan profesionalitas.
“Kami dari Polres Mukomuko berkomitmen untuk mengawal seluruh tahapan Pilkades sesuai dengan tugas dan kewenangan kami,” ujarnya.
Kapolres juga meminta masyarakat tidak menyelesaikan persoalan dengan cara sendiri apabila terjadi perselisihan.
Perbedaan pendapat diminta diselesaikan melalui komunikasi dan mekanisme yang tersedia. Tindakan main hakim sendiri harus dihindari.
“Apabila ada persoalan atau perbedaan pendapat, mari kita selesaikan dengan kepala dingin dan melalui mekanisme yang ada. Jangan melakukan tindakan main hakim sendiri,” imbaunya.
Masyarakat yang membutuhkan bantuan atau mengetahui adanya potensi gangguan keamanan diminta segera berkomunikasi dan melaporkannya kepada kepolisian.
Polres Mukomuko berharap seluruh rangkaian Pilkades dapat berlangsung aman, damai, tertib, dan lancar tanpa gangguan Kamtibmas.
Kapolres kembali mengajak masyarakat untuk tidak membiarkan perbedaan pilihan mengganggu hubungan antarsesama warga.
“Mari kita sukseskan Pilkades dengan penuh kedewasaan. Berbeda pilihan bukan berarti harus bermusuhan. Setelah seluruh proses selesai, kita tetap bersaudara dan bersama-sama membangun desa agar semakin maju dan sejahtera,” tutup AKBP Riky Crisma Wardana.
Melalui pesan “Pilkades Aman, Desa Maju”, Polres Mukomuko mengajak masyarakat menjaga persatuan, menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab, menolak hoaks dan provokasi, serta bersama-sama mempertahankan keamanan selama pelaksanaan Pilkades serentak.





