BerandaNASIONALCFD Cibinong Penuh Tanda Tangan: Gerakan 1 Juta Tolak Korupsi Bogor Kian...

CFD Cibinong Penuh Tanda Tangan: Gerakan 1 Juta Tolak Korupsi Bogor Kian Kuat, Puncak Aksi Senin di DPRD

Kabupaten Bogor | Mikanews : Semangat menolak korupsi memadati kawasan Jalan Tegar Beriman, Cibinong, pada Minggu (27/9/2026) kemarin.

Warga yang berolahraga dan berkunjung ke Car Free Day turut membubuhkan tanda tangan dalam gerakan penggalangan 1 juta tanda tangan Tolak Korupsi yang digagas Gerakan Masyarakat Sipil Bogor Bersatu.

Dukungan kini tak hanya dari masyarakat, tetapi juga mulai mengalir dari anggota DPRD Kabupaten Bogor.

Warga dari Semua Kalangan Bergerak Sejak Seminggu Lalu;

Gerakan ini resmi digulirkan pada Senin (21/9/2026) pagi ini.

Sejak itu, antusiasme warga di luar dugaan, bukan hanya satu kelompok, melainkan seluruh lapisan masyarakat turut berpartisipasi: pelajar, mahasiswa, pedagang, buruh, sopir angkot, ibu-ibu, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, wartawan, LSM, hingga pengusaha.

Semua bersatu untuk mendorong terwujudnya pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel di Kabupaten Bogor.

Ketua DPRD & Anggota Dewan Siap Dukung, Aksi Puncak Senin pagi ini.

Koordinator Gerakan Masyarakat Sipil Bogor Bersatu, Riswan Riswanto, menyampaikan bahwa gerakan ini kini memasuki babak baru:

“Alhamdulillah, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Bapak Sastra Winara telah menyatakan kesiapannya mendukung Petisi Tolak Korupsi. Beberapa anggota dewan juga menyatakan hal serupa,” ungkapnya Minggu siang.

Riswan menegaskan, Senin (28/9/2026) menjadi hari puncak gerakan:

-Pukul 10.00 WIB
-Di depan Kantor DPRD Kabupaten Bogor
– Aksi teatrikal & unjuk rasa damai
– Menagih komitmen para wakil rakyat untuk mendukung penggalangan 1 juta tanda tangan.

Anggota DPRD: Korupsi Musuh Bersama — Tapi Isi Petisi Harus Dibaca;

Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi PKS, Achmad Fatoni, memberikan pernyataan yang tegas sekaligus berhati-hati:

“Korupsi harus sama-sama kita tolak. Korupsi musuh bersama bangsa,” tegasnya.

Namun, Ustaz Fatoni — sapaan akrabnya — menyatakan tidak akan langsung menandatangani tanpa memahami isinya:

“Saya baca dulu dong yang ditandatangani apa. Harus jelas, harus dipahami, baru disepakati.”

Sikap ini menunjukkan bahwa dukungan yang diharapkan bukan sekadar tanda tangan semata, melainkan kesadaran dan tanggung jawab penuh atas setiap kalimat yang diperjuangkan.

Gerakan Rakyat, Untuk Kepentingan Rakyat;

Penggalangan tanda tangan ini bukan sekadar angka, melainkan suara warga yang selama ini menginginkan perubahan nyata.

Dari pedagang di pinggir jalan hingga pemimpin daerah, semua dipanggil untuk berdiri di garis yang sama: menolak segala bentuk penyalahgunaan kekuasaan dan uang rakyat.

Gerakan ini mengingatkan: kekuasaan ada untuk melayani, bukan dilayani. Dan ketika suara rakyat bersatu, perubahan tidak bisa diabaikan.
(Eag)

Google News

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini