BerandaOPINISpiritual Bersifat Universal Dapat Dilakukan Oleh Semua Umat Beragama Dari Bilik Manapun

Spiritual Bersifat Universal Dapat Dilakukan Oleh Semua Umat Beragama Dari Bilik Manapun

Spiritual Bersifat Universal Dapat Dilakukan Oleh Semua Umat Beragama Dari Bilik Manapun

Oleh: Jacob Ereste

Pengertian dan pemahaman spiritual itu bukan suatu doktrin keagamaan apapun, tetapi sebuah kesadaran yang berdasarkan dorongan agama yang dianut oleh masing-masing umat beragama sesuai dengan keyakinan dan kepercayaan dirinya masing-untuk untuk mendekatkan diri dengan Tuhan.

Meskipun dalam beberapa agama yang ada dari langit maupun agama dibangun oleh manusia di dunia dominan yang percaya bahwa Tuhan itu tidak jauh dari diri manusia, bahkan ada yang lebih percaya bahwa Tuhan yang sesungguhnya itu berada dalam diri manusia. Masalahnya banyak di antaranya yang tidak mengenal Tuhan.

Karena manusia sesungguhnya tidak mengenal dirinya sendiri. Itulah sebabnya di dalam keyakinan kaum sufi percaya, bila manusia mampu mengenai dirinya, dia akan mengenal Tuhan. Sebab ketika manusia mengenal Tuhan, maka yang bersangkutan akan lebih menahami dirinya sendiri, setelah terlebih dahulu dirinya mengenal dirinya sendiri.

Man ‘arada nafsahu faqad ‘arafa rabbahu Barang siapa mengenal dirinys, maka dia akan mengenal Tuhan. Jadi jelas, dasar dari kesadaran menjadi titik tolak dalam daya dorong laku spiritual yang sesungguhnya untuk nenghayati dan memahami eksistensi diri : dari mana mau ke mana dan apa saja yang harus dilakukan agar tak tersesat di jalan terang.

Karena itu, rasa keterasingan manusia acap lebih dominan menguasai kondisi psikologis yang selalu merasa sendiri, tidak ada siapa-siapa untuk melakukan dialog secara batin dengan Sang Maha Pencipta Yang Penuh Kasih dan Sayang.

Akibatnya perjalanan hidup acap terasa hampa, terutama ketika mengalami kegagalan dan kesakitan hingga kesusahan, seakan tidak bisa diatasi hingga bisa berakhir pada rasa putus asa.

Padahal hidup yang sesungguhnya sangat sederhana, jika mampu dilihat dari berbagai perspektif pemikiran yang luas dan jembar. Ibarat kata, dunia jangan pernah dilihat cuma selebar daun kelor, kata pepatah lama para leluhur kita yang cukup bijak menghadapi kehidupan yang memang serba kompleks dan rumit, jika hanya diteropong dari sudut yang sempit.

Spiritual itu sebagai upaya memperluas jangkauan batin dengan olah rasa, kepekaan intuitif, untuk mempertinggi frekuensi batin agar jiwa menjadi hidup, bercahaya menerangi jagat besar. dan jagat kecil yang harus dilalui manusia semasa hidup. Karena, laku spiritual baru akan selesai setelah mati.

Dalam persepektif Hindu dan Buddha upaya melepas kelekatan agar aman sadar. Dalam kepercayaan Konghucu dan Tao, upaya untuk selaras dengan Tian agar hidup tidak melawan atau bertentangan dengan alam yang dipahami dalam Islam adalah sunnattullah.

Hakikat dari mengenal diri adalah mengenal Allah, hanya mampu dilakukan dengan dialog batin yang intens, siapa sesungguhnya Pencipta dan Penguasa atas diri kita sebagai manusia untuk apa dan tujuannya hendak ke mana. Hanya dengan cara itu maksud Tuhan menciptakan manusia akan terjawab dari dalam dialog bathin yang intensif.

Jika di dalam Islam kematangan manusia ditandai oleh tauhid yang bersih, ibadah yang istiqomah dan akhlak yang mulia akan menjadi rahmat bagi alam lingkungan termasuk bagi manusia dan makhluk hidup lainnya, maka ekspresi ketuhanan dapat dengan sendirinya terwujud.

Selaras dengan pemahaman dan kepercayaan agama-agama tradisional suku bangsa Nusantara — deperti _Tri Tangtu Tungga Buana_dari Pasundan, yaitu tiga kepastian di dunia : Tuhan, alam dan manusia. Asah, asih dan asuh.

Dalam agama Khonghucu, kematangan spiritual dipahami sebagai proses menjadi Junzi manusia luhur hingga puncaknya menjadi Shengren manusia suci, sempurnanya watak yang selaras dengan Tian Sang Khalik. Adapun jalan untuk membina diri ada 8 kebajikan : Xiao bhakti, Ti rendah hati, Zhong seria, Xin dapat dipercaya, Li sopan, Yi adil. Lian_suci, _chi tahu malu.

Begitulah laku spiritual yang bersifat universal bisa dilakukan oleh umat beragama apapun. Meski tidak mustahil bisa juga dilakukan oleh mereka yang tidak beragama, tapi yang pasti akan relatif lebih sulit.

Banten, 20 Oktober 2026

Google News

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini