BerandaBUDAYAMilad Kedua Lingkung Baraya Sunda Sumatera Barat: Semakin Solid Dalam Meneguhkan Persaudaraan

Milad Kedua Lingkung Baraya Sunda Sumatera Barat: Semakin Solid Dalam Meneguhkan Persaudaraan

Nagari Panampuang, Ampek Angkek, Agam, Mikanews.id | Suasana khidmat dan penuh kehangatan menyelimuti peringatan Milad Kedua Lingkung Baraya Sunda (LIBAS) yang digelar di Sekretariat Nagari Panampung, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam, pada sabtu malam (17/10/26). Acara berlangsung sederhana namun penuh makna, dihadiri oleh para tokoh masyarakat, sesepuh, para asatidz, perwakilan lembaga kemasyarakatan, dan warga setempat.

Acara dimulai dengan alunan musik yang menenangkan religi, kemudian diisi oleh alunan rebana yang syahdu membawakan lagu-lagu yang menggugah hati. Irama yang tercipta membuat jiwa setiap hadirin seakan terbawa dalam suasana yang begitu menyentuh kalbu, membuka hati dan pikiran untuk menyambut keberkahan .

Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz Muhammad Handi. Ayat yang dibacakan ialah Surah Al-Hujurat ayat 13:

“Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahateliti.”

Lantunan ayat tersebut menyentuh hati setiap hadirin, menjadi pembuka yang bermakna bagi pertemuan yang mengutamakan persatuan di tengah keberagaman. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan shalawat Mahalul Qiyam dan penyanyian lagu kebangsaan Lingkung Baraya Sunda.

Dalam sambutannya, Asep Susanto, Ketua Lingkung Baraya Sunda Sumatera Barat, menyampaikan sekilas perjalanan berdirinya organisasi ini. Ia mengungkapkan bahwa perjalanan LIBAS diawali berbagai halangan dan rintangan, hingga akhirnya berkembang menjadi Paguyuban Warga Sunda (PWS) Daerah Kabupaten Agam Bagian Timur.

“Perjalanan dua tahun ini bukanlah hal yang mudah. Namun berkat kebersamaan dan kesabaran kita semua, hari ini kita dapat berkumpul di tempat yang penuh berkah ini,” ujar Asep Susanto.

Ia menyampaikan harapannya ke depan:

“Harapan saya, semoga LIBAS ke depannya dapat semakin maju, selalu solid dan kompak. Keluarga besar LIBAS senantiasa memegang teguh prinsip ‘Guyub, Akur, Sauyunan’ — yang mencerminkan semangat persatuan, kerukunan, dan gotong royong dalam membangun organisasi yang harmonis dan bermanfaat bagi masyarakat. Mengingat sebagian besar anggota LIBAS adalah para ustadz, semoga keberadaan kita senantiasa menambah kebaikan untuk kita semua.”

Di akhir sambutannya, Asep Susanto mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras, serta para ibu yang telah menyiapkan hidangan dengan penuh ketulusan. “Terima kasih telah menyambut kita dengan hati terbuka di Nagari Panampung ini,” tambahnya.

Tausyiah disampaikan oleh Dr. Honoris Causa Almukarramah Al-Ustadz Ari Jauharuddin Sanusi. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan hakikat silaturahmi:

“Silaturahmi yang benar adalah yang menambah ilmu, amal, dan iman. Jika kebersamaan justru menambah musuh, beban, dan menjadikan kita bodoh, maka itu bukanlah silaturahmi.”

Beliau menjelaskan bahwa dari pertemuan-pertemuan yang tulus lahir inspirasi dan terobosan besar. Banyak kemajuan lahir dari perkumpulan-perkumpulan yang sederhana, sekalipun skalanya kecil.

Ustadz Ari Jauharuddin mencontohkan semangat persatuan Nabi Muhammad yang menyatukan kaum Muhajirin dan Anshar. Hanya dengan kebersamaan yang kokoh, dalam waktu 23 tahun keadaan berubah sepenuhnya dari yang terbelah menjadi bangsa yang kuat dan bersatu.

“Jadikan pertemuan-pertemuan ini sebagai awal berkahnya langkah kita. Niatkan dakwah hingga ke setiap rumah, gerakan Jumat yang berkah, dan berbagai kegiatan bermanfaat lainnya. Dari sinilah akan lahir kekuatan, rasa kasih, dan semangat berbagi yang nyata.”

Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan persaudaraan agar tidak terjadi keretakan:

“Jaga hubungan persaudaraan. Jangan sampai terjadi keretakan, karena persatuan adalah kekuatan. Saling mengingatkan dalam bentuk kasih sayang karena Allah semata. Jangan sampai kita terjebak tipu daya dunia. Ingatlah, pertemuan yang baik adalah pertemuan yang saling mengingatkan akan kematian.”

Ustad Asep Nurdin pimpinan pondok Ql Irfaan menyatakan kegembiraan apa yang disampaikan ustadz sesuai harapan dannkeinginanya dalam memperkuat eksistensi libas propinsi sumbar menjadi wasah yang menginspirasi sehingga memberi manfaat bagi umat.

Perwakilan dari Payakumbuh menyampaikan ucapan selamat dan harapan agar kebersamaan senantiasa diperkuat, saling mengingatkan dalam kebaikan, dan bangkit bersama dalam kebaikan yang sama. Sementara itu, perwakilan dari PAPERJA Kabupaten Agam dan Bukittinggi turut menyampaikan pesan serupa — semoga persaudaraan ini terus terjalin dan membawa manfaat yang luas bagi masyarakat.

Acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol kebersamaan dan keberkahan, ditutup dengan makan bersama dalam suasana kekeluargaan yang hangat.

Pimpinan acara dalam protokol menyampaikan pesan penting kepada seluruh hadirin: satukan hati, rajutlah silaturahmi, dan jadikan pertemuan-pertemuan ini membawa berkah, manfaat, dan kenangan indah bagi kita semua.

Selamat Milad Kedua, Lingkung Baraya Sunda Agam, Sumatera Barat. Semoga senantiasa maju, harmonis, dan bermanfaat.

Wilujeng wengi, jungjunan.
Asih nyumandingna lamping peuting, ngawirahmakeun rasa sangkan teu marojengja. Kacape ilang sirna nalika dalitna Asihna Gusti. Neda doa panangtayungan nalika raga teu walakaya.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. (YamanLbs)

Google News

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini