BerandaDAERAHORADO Banten Bidik PON, Gaple Mulai Diburu Jadi Bibit Atlet

ORADO Banten Bidik PON, Gaple Mulai Diburu Jadi Bibit Atlet

SERANG | mikanews — Olahraga Domino (ORADO) Provinsi Banten mulai mendorong permainan domino yang selama ini dikenal masyarakat sebagai “gaple” ke jalur olahraga prestasi.

Momentum itu terlihat dalam turnamen serentak nasional Piala Panglima TNI yang digelar ORADO Banten bersama Kodim 0602/Serang, Minggu (27/9/2026).

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI. Pertandingan di Makodim 0602 Serang menjadi bagian dari penyelenggaraan turnamen serentak di seluruh Indonesia yang dipusatkan di Markas Besar TNI.

Sekitar 76 peserta ambil bagian dalam pertandingan di Serang. Mereka terdiri dari 21 personel Kodim Serang dan 54 warga dari berbagai lapisan masyarakat.

Bagi ORADO Banten, pertandingan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi. Turnamen juga diarahkan sebagai bagian dari proses mencari dan membina calon atlet domino untuk mewakili Banten di tingkat nasional.

Ketua Harian ORADO Provinsi Banten, Surya Canjaya, mengatakan antusiasme masyarakat menjadi salah satu hal yang terlihat dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, domino dapat dimainkan oleh masyarakat dari berbagai kelompok usia dan latar belakang.

“Tua, muda, dari segala latar belakang, semua bisa ikut. ORADO terbuka untuk seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Surya.

ORADO Banten ingin mengubah pandangan terhadap permainan domino yang selama ini banyak dimainkan sebagai hiburan sehari-hari.

Permainan yang akrab disebut gaple itu kini diarahkan menjadi olahraga dengan aturan, pembinaan, strategi, dan jalur prestasi.

“Dulu orang sudah akrab dengan gaple, dari kalangan mana pun. Kini kami bentuk menjadi olahraga: ada strategi, ada taktik, ada pembinaan. Bukan sekadar keberuntungan,” kata Surya.

Target yang dipasang ORADO Banten adalah membuka jalan menuju Pekan Olahraga Nasional atau PON.

Peserta yang tampil dalam pertandingan diharapkan dapat menjadi bagian dari proses pencarian bibit atlet. Mereka selanjutnya berpeluang mendapatkan pembinaan sebelum dipersiapkan untuk mewakili Banten dalam kompetisi tingkat nasional.

Sersan Mayor Yulius dari Koramil Kramatwatu juga ikut bertanding dalam turnamen tersebut.

Ia mengatakan penyelenggaraan Piala Panglima TNI mendapat respons positif dari masyarakat. Kehadiran warga dalam pertandingan juga dinilai mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.

“Kami diperintahkan komandan untuk menyelenggarakan ini dalam rangka Piala Panglima TNI. Respons masyarakat sungguh menyenangkan, mereka datang, antusias, bersemangat. Ini mempererat ikatan antara TNI dan rakyat,” ungkap Yulius.

Bagi ORADO, pertandingan domino bukan hanya mengandalkan keberuntungan. Permainan tersebut diarahkan untuk mengembangkan kemampuan membaca situasi, menyusun strategi, serta mengambil keputusan dalam pertandingan.

Turnamen Piala Panglima TNI di Serang menjadi salah satu langkah ORADO Banten untuk memperluas pembinaan atlet.

Ke depan, organisasi tersebut menargetkan pembibitan atlet dilakukan secara berkelanjutan. Peningkatan kualitas pelatihan juga menjadi bagian dari rencana pengembangan ORADO.

Selain pembinaan, ORADO Banten juga mendorong agar domino semakin dikenal sebagai cabang olahraga dan dapat memperoleh ruang dalam kompetisi olahraga nasional.

Dari permainan yang selama ini mudah ditemui di beranda rumah, warung, dan lingkungan masyarakat, ORADO kini mencoba membuka jalur baru menuju olahraga prestasi.

Piala Panglima TNI di Serang menjadi salah satu momentum untuk menunjukkan bahwa domino dapat dikembangkan melalui kompetisi dan pembinaan yang lebih terarah. (Ssy)

Google News

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini