Pasbar | Mikanews : Suasana khidmat dan penuh kebanggaan menyelimuti Rumah Gadang Pucuak Adat Nagari Aia Bangih, Kecamatan Sungai Beremas, Kamis (16/7/2026).
Melalui musyawarah mufakat para Ninik Mamak, prosesi sakral Pelewaan secara resmi mengukuhkan Aulia Amri bergelar Sutan Kerajaan sebagai Raja ke-18 Nagari Aia Bangih.
Momen ini bukan sekadar pergantian pucuk pimpinan adat, melainkan tonggak penting pelestarian budaya serta pengukuhan kerja sama lintas elemen demi kemajuan daerah.
Kehadiran dari beragam unsur pada acara tersebut mempertegas makna nilai kebersamaan, terutama dengan Kehadiran keluarga besar Kerajaan Indrapura dan Namora Pandai Bosi dari Kotanopan, Sumatera Utara tersebut membuktikan erat dan kuatnya, history’s atau ikatan sejarah dan persaudaraan maupun budaya lintas daerah.
Ketua Panitia Pelaksana Ahdiyarsyah, ST., MT., menegaskan prosesi ini bertujuan mengembalikan dan memperkokoh posisi adat sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat.
“Kami ingin adat tetap hidup, bukan sekadar cerita masa lalu. Lewat momen ini, kami juga tanamkan rasa cinta generasi muda terhadap nilai-nilai luhur warisan leluhur,” ujarnya.

Sekretaris Daerah Doddy San Ismail menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya acara yang penuh makna ini.
Ia menegaskan pemerintah daerah menjadikan lembaga adat sebagai mitra sejajar dan strategis dalam pembangunan.
“Selamat mengemban amanah kepada Aulia Amri Sutan Kerajaan. Semoga kehadiran beliau semakin menyatukan langkah pemangku adat dan pemerintah. Kita tidak bisa membangun daerah hanya dengan pembangunan fisik semata—tanpa kekuatan adat dan budaya yang kuat, kemajuan tidak akan berakar kokoh di hati masyarakat,” tegasnya.
Kemeriahan acara juga diisi penampilan kekayaan seni budaya Minangkabau: dentuman tambua, kelincahan silek, hingga keindahan tarian Pilin Salapan.
Semua pertunjukan ini bukan sekadar hiburan, melainkan bentuk penghormatan sekaligus bukti bahwa Nagari Aia Bangih tetap kaya akan warisan budaya yang patut dibanggakan.
Dengan resmi menjabatnya Raja ke-18 ini, harapan besar tertuju pada terjaganya tatanan, Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.
Semangat kebersamaan yang terjalin hari ini diharapkan menjadi pondasi yang tak tergoyahkan, membawa Nagari Aia Bangih dan seluruh Kabupaten Pasaman Barat melangkah maju dengan tetap memegang teguh akar sejarah, bermartabat, dan sejahtera bersama.
(Yelpi)





