Pasbar | Mikanews : Mata Rakyat Pasaman Barat Peduli (MRPB P) adalah sebuah organisasi nirlaba atau yang bergerak di bidang sosial kemanusiaan atau amal, yang di ketuai oleh Mon Eferi, selalu bekerja sama dengan Kolaborasi Kemanusiaan Pasaman Barat (KKPB) yang di ketuai oleh Decky Harmiko Sahputra.
Komitmen ini sudah ada sejak sepuluh tahun silam yang berkomitmen untuk selalu peduli dan siap merespons berbagai bencana, baik di dalam maupun luar negeri.
Kepedulian tersebut tidak hanya mencakup bencana alam, tetapi juga bencana kemanusiaan, termasuk tragedi yang menimpa belahan dunia lainnya, terutama gerakan menyantuni fakir miskin dan menyantuni anak yatim.
Decky mengatakan, pihaknya terus bergerak, mendengar dan memperhatikan masyarakat yang kurang mampu dan masyarakat yang ditimpa musibah dengan siap terjun langsung ke lokasi bencana, sebagai komitmen kepedulian sosial yang tinggi terhadap mereka yang membutuhkan.
KKPB melalui gerakan sosial yang terus berkolaborasi dengan MRPB Peduli ini, terus bergerak tanpa batas untuk membantu sesama.
Sebab Ia yakin, dengan kebersamaan bisa membantu masyarakat, melalui Pengabdian tanpa batas.
Decky berharap kepada semua pihak agar ikut mendukung kegiatan positif yang tumbuh dan digerakkan oleh para pemuda anak nagari di berbagai pelosok Pasaman Barat.
“Di penghujung akhir tahun 2025 ini, kita ketahui bersama, masyarakat kita di Sumatera, khususnya Sumbar dan Kabupaten Pasbar diterpa berbagai bencana, seperti banjir dan longsor ada di mana-mana, musibah ini tentu membutuhkan bantuan dan ukuran tangan dari kita semua. Untuk itu mari kita bersama – sama peduli, untuk meringankan beban saudara kita yang membutuhkan tersebut,” ajak Decky.
Baca Juga :Â Gerak Cepat Tanggap Bencana, Polres Pasaman Barat Distribusikan Bantuan Sembako ke Sejumlah Wilayah Terdampak
Hal tersebut diungkapkan Decky kepada media online Mikanews Sabtu, ( 29/11/2025) saat mengirim bantuan logistik kepada korban banjir dan longsor ke Kecamatan Talamau melalui jalan alternatif dengan menggunakan mobil “offroad” karena jalan utama menuju daerah itu putus total.
Decky juga mengucapkan terima kasih kepada para dermawan dan donatur yang telah membantu kegiatan kolaborasi kemanusiaan selama ini, khususnya bantuan logistik untuk warga Pasbar yang saat ini membutuhkan kepedulian dan uluran tangan dari kita semua.
“Bagi yang mau peduli, silahkan salurkan bantuannya melalui rekening MRPB PEDULI di BRI Cabang Pasaman Barat, No. Rekening ; 0615-01- 008410- 53-1,” jelasnya.
Decky mengatakan, KKPB sejak beberapa hari ini pihaknya terus bergerak menuju titik-titik lokasi untuk menyalurkan bantuan.
Dikatakannya, seperti kemarin pada hari jumat, (28/11/2025) pihaknya juga menyalurkan bantuan dari IKTN, Kolaboraksi kemanusiaan Pasaman Barat, SEMMI Pasbar sebanyak 100 paket sembako dan juga bantuan dari Pemkab Pasbar ( dinsos dan BPBD ) ke Nagari Maligi.
Adapun Isi paketnya yakni; Beras, Sarden kecil, Kopi, Gula, Mie Instan, Roti satu packet.
Menurut Decky, saat itu pihaknya menempuh jalur laut dan dibantu boat dari Basarnas Pasbar.
Decky menyampaikan, bantuan tersebut adalah bantuan yang pertama masuk ke Maligi, karena Nagari Maligi termasuk daerah pesisir terisolasi yang sulit ditembus via darat bila terjadi bencana banjir.
Sedangkan untuk mendrop bantuan tersebut, prosesnya dilakukan melalui transfer di tengah laut ke perahu nelayan lokal, sebab boat bantuan Basarnas tersebut tidak bisa merapat ke tepi pantai.
Decky melanjutkan, hari ini Sabtu (29/11/2025) pihaknya dengan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat yang langsung dipimpin oleh Bupati Pasbar, H. Yulianto bersama Wakil Bupati, H. M Ihpan, Kapolres Pasbar, AKBP Agung Tribawanto, Ketua TP PKK, Sifrowati Yulianto dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kembali menyalurkan bantuan logistik ke Kecamatan Talamau, tepatnya ke titik lokasi bencana longsor dan lokasi banjir seperti di Nagari Talu, Nagari Sinuruik, Nagari Simpang Timbo Abu, dan Nagari Tinggam Talu.
Dikatakannya, seluruh rombongan membawa sejumlah bantuan logistik berupa, beras, minyak goreng, mie instan, air mineral, makanan ringan seperti roti, susu bayi, kopi, gila dan telur serta nasi bungkus.
Dalam mendrof bantuan tersebut, pihaknya didukung oleh tim mobil “offroad” atau mobil dobel gardan.
Sebab untuk menuju lokasi medan yang dilalui sangat ekstrim yakni, jalan alternatif melalui Simpang MAN 4 Kajai menuju Jembatan Panjang dan Simpang Timbo Abu.
Itu makanya tidak bisa ditempuh dengan kendaraan biasa karena kondisinya bertanah dan berlumpur serta mendaki.
Menurut Decky, jalan utama menuju Talu putus total, tepatnya di titik Rimbo Kejahatan Kajai, sebab diterjang longsor beberapa hari yang lalu, sehingga rombongan untuk menyalurkan logistik ke lokasi banjir dan longsor tidak mungkin dapat melalui jalan utama tersebut.
Namun menurut Decky, di tengah perjalanan mobilnya mengalami gangguan, yaitu ada kerusakan pada porsneling, di mana dobel gerbang tidak berfungsi, sehingga pihaknya gagal melanjutkan perjalanan.
“Sedangkan untuk bantuan logistik yang ada di mobil terpaksa kita drop ke mobil terakhir, agar dapat diteruskan dan disalurkan kepada yang berhak menerimanya nanti,” ujar Decky dengan sedikit kecewa karena tidak dapat melanjutkan perjalanannya.*Mika.
(Aulia)





