Pasaman Barat | Mikanews.id – Gerakan tanam padi serentak resmi digelar di Kabupaten Pasaman Barat, Rabu (13/5/2026), sebagai langkah nyata memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional.
Kegiatan yang dipimpin Ketua Penyuluhan Ketahanan Pangan Kabupaten Pasaman Barat, Reski Wilheppi, SP, MSi itu berlangsung di lahan persawahan Kecamatan Pasaman dan melibatkan penyuluh pertanian, kelompok tani, perangkat daerah, serta tokoh masyarakat setempat.
Program tanam padi serentak ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan strategis pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia dalam menghadapi tantangan iklim dan meningkatnya kebutuhan pangan nasional.
Ketua Penyuluhan Ketahanan Pangan Pasaman Barat, Reski Wilheppi, mengatakan gerakan tersebut bukan sekadar kegiatan simbolis, tetapi menjadi bagian penting dalam meningkatkan produksi pertanian di daerah.
Menurutnya, percepatan masa tanam dan pemanfaatan teknologi pertanian menjadi langkah utama untuk menjaga kestabilan produksi pangan.
Baca juga: 94 Siswa MTsN 5 Pasaman Barat, Dilepas dan 36 Diwisuda Tahfiz
“Gerakan tanam padi ini bukan hanya seremonial. Ini langkah nyata agar petani memahami pentingnya percepatan masa tanam, penggunaan benih unggul, dan penerapan teknologi pertanian yang tepat guna,” ujar Reski di lokasi kegiatan.
Ia menjelaskan, program tersebut sejalan dengan target nasional dalam menjaga ketersediaan pangan, terutama menghadapi potensi musim kemarau tahun ini.
Pasaman Barat, kata Reski, memiliki potensi lahan pertanian yang luas, baik sawah irigasi maupun lahan kering. Karena itu, pemerintah daerah menargetkan peningkatan luas tanam hingga ratusan hektare selama tahun 2026.
Peningkatan itu akan didukung melalui bantuan benih unggul, pupuk bersubsidi, serta pendampingan rutin dari para penyuluh pertanian di seluruh kecamatan.
Selain meningkatkan produksi gabah, program ini juga mendorong petani agar mampu melakukan penanaman dua hingga tiga kali dalam setahun sehingga kesejahteraan petani dapat meningkat.
“Program ini diharapkan mampu meningkatkan hasil panen sekaligus memperkuat ekonomi petani di Pasaman Barat,” katanya.
Salah seorang ketua kelompok tani yang hadir mengapresiasi dukungan pemerintah terhadap sektor pertanian. Menurutnya, pendampingan dan bantuan yang diberikan membuat para petani semakin optimistis menghadapi musim tanam tahun ini.
“Kami siap menjalankan arahan pemerintah karena ketahanan pangan dimulai dari desa dan dari para petani,” ujarnya.
Gerakan tanam padi serentak ini juga menjadi salah satu program prioritas Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pasaman Barat tahun 2026.
Perkembangan program akan terus dipantau hingga masa panen sebagai bagian dari evaluasi kontribusi daerah terhadap cadangan pangan nasional.
Reski menambahkan, kegiatan tanam padi serentak dilaksanakan di beberapa titik wilayah Pasaman Barat. Untuk Kecamatan Pasaman dipusatkan di Kelompok Tani Tani Jaya, Jorong Padang Buli-Buli, Nagari Aua Kuniang.
Sementara di Kecamatan Luhak Nan Duo berlangsung di Nagari Pujorahayu, Kecamatan Talamau di Nagari Simpang Rimbo Abu, Kecamatan Gunung Tuleh di Talang Kuniang Nagari Seberang Kenaikan, serta Kecamatan Lembah Melintang di Nagari Koto Sawah.
Pemerintah berharap gerakan ini mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus menjaga stabilitas produksi beras di tengah tantangan perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan masyarakat.
(Aulia)





