BerandaNASIONALDari Rumah ke Nagari, Dari Budaya ke Prestasi: Lingkuang Aua Bandarajo Tunjukkan...

Dari Rumah ke Nagari, Dari Budaya ke Prestasi: Lingkuang Aua Bandarajo Tunjukkan Wajah Harmoni Pasaman Barat di Lomba PKK Sumbar

Pasaman Barat – Mikanews.Id | Gemuruh musik tradisional berpadu dengan semangat gotong royong menyambut kedatangan Tim Penilai TP-PKK Provinsi Sumatera Barat di Nagari Lingkuang Aua Bandarajo, Kecamatan Pasaman, Kamis (11/6/2026).

Namun, yang ditampilkan nagari ini bukan sekadar kesiapan menghadapi lomba. Lebih dari itu, Lingkuang Aua Bandarajo memperlihatkan bagaimana keberagaman budaya dapat menjadi kekuatan dalam membangun keluarga yang mandiri, sehat, dan sejahtera.

Penilaian Lomba Gerakan PKK Tingkat Provinsi Sumbar tahun 2026 menjadi panggung bagi masyarakat untuk menunjukkan hasil kerja nyata yang telah dilakukan selama ini.

Mulai dari pembinaan keluarga, ketahanan pangan, pemberdayaan perempuan, peningkatan ekonomi rumah tangga hingga pelayanan kesehatan masyarakat, semuanya ditampilkan sebagai bagian dari implementasi 10 Program Pokok PKK yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

Mewakili Bupati Pasaman Barat, Sekretaris Daerah Doddy San Ismail menyampaikan bahwa Gerakan PKK telah menjadi salah satu motor penggerak pembangunan daerah yang berangkat dari lingkungan keluarga. Menurutnya, keluarga yang kuat akan melahirkan masyarakat yang kuat, dan masyarakat yang kuat menjadi fondasi utama kemajuan daerah.Nagari

“PKK bukan hanya organisasi sosial, tetapi gerakan yang mampu menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Dari penguatan ekonomi keluarga, penanganan stunting, pendidikan anak, hingga ketahanan pangan, semuanya bermula dari keluarga,” ujar Doddy di hadapan tim penilai dan masyarakat.

Salah satu daya tarik dalam penilaian tersebut adalah hadirnya berbagai inovasi yang dikembangkan TP-PKK Pasaman Barat bersama perangkat daerah. Program Pendataan Terintegrasi Jembatan Asa, Gerakan ASRI untuk ketahanan pangan keluarga, penguatan karakter keluarga melalui KISAH, KRISAN dan KILAS, hingga transformasi Posyandu menuju enam layanan Standar Pelayanan Minimal menjadi bukti bahwa PKK terus beradaptasi menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal.

Yang membuat suasana semakin istimewa adalah semangat kebersamaan yang tercermin dalam pertunjukan budaya multietnis. Tari Piring, Tor-tor Mandailing, dan Reog Jawa tampil dalam satu panggung yang sama. Tidak ada sekat budaya, tidak ada perbedaan yang dipertentangkan. Semua melebur dalam satu pesan kuat bahwa keberagaman adalah kekuatan yang selama ini menjadi identitas Pasaman Barat.

Staf Ahli TP-PKK Sumbar Ny. Dianita Maulin Vasko mengapresiasi sinergi yang ditunjukkan masyarakat dan pemerintah daerah. Menurutnya, keberhasilan Gerakan PKK tidak hanya diukur dari administrasi atau program yang dijalankan, tetapi juga dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

“Ketahanan keluarga, kesehatan masyarakat, pendidikan anak, hingga pelestarian budaya harus berjalan beriringan. Apa yang kami lihat di Lingkuang Aua Bandarajo hari ini menunjukkan bahwa pembangunan keluarga dapat tumbuh kuat ketika didukung oleh semangat gotong royong dan kebersamaan,” katanya.

Di balik penilaian lomba yang berlangsung meriah, tersimpan pesan penting bahwa pembangunan tidak selalu dimulai dari proyek besar atau gedung megah. Pembangunan dapat tumbuh dari halaman rumah yang ditanami sayuran, dari ibu-ibu yang aktif menggerakkan kegiatan masyarakat, dari kader yang setia mendampingi warga, dan dari budaya yang terus dijaga sebagai perekat persaudaraan. Melalui semangat itulah, Nagari Lingkuang Aua Bandarajo tidak hanya berupaya meraih prestasi di tingkat provinsi, tetapi juga menunjukkan wajah Pasaman Barat sebagai daerah yang maju dalam pembangunan, kuat dalam budaya, dan kokoh dalam kebersamaan*Mika*
(Akhir)

Google News

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini