BerandaDAERAHPKK Pasaman Barat Perkuat Dasawisma, Ny. Sifrowati Minta Kader Tidak Aktif Diganti

PKK Pasaman Barat Perkuat Dasawisma, Ny. Sifrowati Minta Kader Tidak Aktif Diganti

PASAMAN BARAT | Mikanews.id – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasaman Barat (TP-PKK Pasbar), Ny. Sifrowati Yulianto, menginstruksikan seluruh pengurus dan kader PKK mulai dari tingkat kecamatan hingga nagari untuk segera memperkuat administrasi organisasi serta mengaktifkan kembali kelompok dasawisma di seluruh wilayah.

Instruksi tersebut disampaikan Ny. Sifrowati saat memimpin pertemuan bulanan TP-PKK Kabupaten Pasaman Barat yang digelar di Kecamatan Gunung Tuleh, Kamis (25/6).

Dalam arahannya, Ny. Sifrowati menegaskan bahwa hasil pembinaan yang selama ini dilakukan belum menunjukkan perkembangan yang signifikan di sejumlah wilayah. Karena itu, seluruh pengurus diminta segera melakukan pembenahan secara menyeluruh.

Menurutnya, administrasi organisasi harus tertata dengan baik. Setiap kegiatan, jadwal pertemuan, hingga kunjungan Ketua TP-PKK Kecamatan ke nagari wajib dicatat dan didokumentasikan secara lengkap.

“Kemarin kita sudah melakukan pembinaan, tetapi hasilnya belum terlihat. Kita minta dibentuk dasawisma, namun banyak yang belum terlaksana. Mulai sekarang, susun administrasi dengan baik, catat seluruh kegiatan, jadwal pertemuan, serta kunjungan Ketua TP-PKK Kecamatan ke nagari. Tim kabupaten akan turun langsung untuk melakukan pemeriksaan,” tegasnya.

Selain pembenahan administrasi, Ny. Sifrowati juga meminta sekretaris PKK di tingkat kecamatan dan nagari untuk merekrut kader yang benar-benar memiliki komitmen dalam menjalankan organisasi.

Ia menilai efektivitas program sangat bergantung pada keaktifan kader di lapangan. Oleh sebab itu, kader yang tidak aktif dan tidak berkontribusi dalam kegiatan organisasi dapat diganti melalui mekanisme yang sesuai dan dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) kepengurusan.

“Kader yang tidak aktif dan tidak berkontribusi dalam kegiatan organisasi dapat diganti demi efektivitas program. Jangan terpaku pada latar belakang pendidikan. Yang kita butuhkan adalah kader yang memiliki kemauan, semangat, dan komitmen untuk bergerak bersama membangun masyarakat,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Ny. Sifrowati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus TP-PKK Kabupaten Pasaman Barat serta TP-PKK Nagari Lingkuang Aua Bandarjo yang telah mempersiapkan penilaian Gerakan PKK Tingkat Provinsi Sumatera Barat.

Ia berharap hasil penilaian tersebut mampu membawa prestasi terbaik bagi Kabupaten Pasaman Barat sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras seluruh kader PKK.

Dalam pertemuan itu, Ny. Sifrowati turut mengumumkan pelaksanaan Jambore PKK Tingkat Kabupaten Pasaman Barat yang dijadwalkan berlangsung pada 16 Juli 2026. Kegiatan tersebut akan menjadi ajang seleksi kader terbaik yang nantinya akan mewakili Pasaman Barat di tingkat Provinsi Sumatera Barat.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pada tahun 2027 TP-PKK Pasaman Barat akan kembali menggelar seleksi Lomba Dasawisma dan Gerakan PKK. Untuk itu, Ketua TP-PKK Kecamatan diminta lebih aktif melakukan pembinaan langsung ke nagari dan tidak hanya menjalankan fungsi administratif.

“Kami tidak ingin peserta lomba hanya berasal dari wilayah yang sama setiap tahun. Pada 2027, perhatian pembinaan akan lebih difokuskan ke wilayah utara. Kami berharap muncul nagari-nagari baru yang mampu mewakili Pasaman Barat di tingkat provinsi,” katanya.

Menurut Ny. Sifrowati, sejumlah kecamatan di wilayah utara dan pesisir seperti Gunung Tuleh, Sungai Aur, Lembah Melintang, Sungai Beremas, dan Ranah Batahan memiliki potensi besar untuk berkembang serta meraih prestasi apabila mendapatkan pembinaan yang berkelanjutan.

Ia juga mengingatkan pentingnya dukungan istri pejabat, wali nagari, dan camat dalam menyukseskan gerakan PKK sebagai bagian dari pembangunan daerah.

Keaktifan kader dalam mengelola program PKK, posyandu, dan kelompok dasawisma, lanjutnya, menjadi indikator penting dalam pembinaan masyarakat di tingkat akar rumput.

Ny. Sifrowati menegaskan bahwa keberadaan kelompok dasawisma memiliki peran strategis dalam mendeteksi berbagai persoalan sosial di lingkungan masyarakat, mulai dari stunting, kondisi lanjut usia, hingga kasus kekerasan dan penyimpangan sosial.

“Saat ini masih terdapat puluhan kasus kekerasan seksual yang ditangani. Belum lagi ancaman penyalahgunaan narkoba dan berbagai persoalan sosial lainnya. Karena itu, dasawisma harus hidup dan aktif sebagai garda terdepan dalam mendeteksi serta menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Ny. Sifrowati menekankan bahwa penguatan peran kader PKK merupakan bagian penting dalam mempersiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045 melalui pembentukan keluarga yang sehat, mandiri, dan berdaya. (Aulia)

Google News

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini