Padang | Mikanews : Peringatan Hari Jadi Kota Padang ke-357 bukan sekadar perayaan bertambahnya usia. Di balik keindahan pesisirnya, kota ini terus menghadapi tantangan nyata: ancaman banjir, longsor, hingga kerusakan pascabencana.
Menyadari hal itu, Pemerintah Kota Padang di bawah Wali Kota Fadly Amran dan Wakil Wali Kota Maigus Nasir bertekad membangun kota bukan hanya tampak indah, melainkan kokoh dan tangguh menghadapi segala ujian alam.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), pembangunan digulirkan terukur dengan satu prinsip tegas: infrastruktur hadir untuk melindungi warga dan menjamin kehidupan berjalan lancar.
Kerja Nyata Menjawab Kegelisahan Warga
Dari kawasan timur hingga pesisir, langkah nyata terus ditancapkan. Rekonstruksi Jembatan Kampung Tanjung Gunungsarik di Kuranji, pembenahan Bendungan Limaumanih di Pauh, hingga penguatan tebing Sungai Kampung Jambak menjadi bukti penanganan di titik rawan bencana.
“Kita laksanakan program sesuai rencana, berbenah bertahap dan bersinergi dengan pemerintah pusat maupun provinsi,” ujar Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Malvi Hendri.
Keluhan warga lewat Padang Command Center 112 ditangani cepat. Tim Sigap Operasi Pemeliharaan menambal jalan berlubang di kawasan Khatib Sulaiman, Samudera, hingga akses menuju SMAN 16 Padang agar mobilitas tak terhambat.
Tata Air dan Wajah Kota Berjalan Seirama
Genangan air saat hujan disikapi langkah taktis. Pemko Padang berkolaborasi dengan Pemprov Sumbar membangun sistem drainase terpadu dari Jalan Gajah Mada hingga hilir Batang Kuranji, agar air memiliki ruang mengalir tanpa merendam rumah warga.
Pembenahan ruang publik pun tak terlupakan.
Trotoar di kawasan ikonik Jalan Hj. Agus Salim dan Nipah dipercantik menjadi ruang jalan kaki yang aman dan nyaman.
Bukti Ketangguhan:
Bangkit Dalam Hitungan Jam
Usia 357 tahun adalah bukti Padang selalu bangkit dari ujian. Saat longsor menutup jalan di Gunung Padang, Kelurahan Batang Arau, kolaborasi cepat PUPR Padang dan BMCKTR Sumbar mampu memulihkan akses dalam hitungan jam.
Bagi Malvi Hendri, esensi program unggulan Padang Rancak bukan seberapa banyak proyek selesai, melainkan seberapa besar manfaatnya bagi masyarakat.
“Di sinilah Padang Rancak diuji: bukan seberapa rapi kota terlihat, melainkan seberapa tangguh kota melindungi warga saat bencana datang,” tegasnya.
Di usia yang semakin dewasa, Kota Padang berjanji terus berdiri tegak: menjaga keindahan, namun lebih utama menjaga rasa aman setiap warganya. (Rizal)





