Padang | Mikanews : Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat menghadirkan inovasi dalam bentuk bakti sosial yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.
Melalui program “Bedah Rumah”, jajaran Ditlantas turun tangan memperbaiki hunian warga kurang mampu di Kelurahan Pasie Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, pada Rabu (17/6/2026) lalu.
Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud nyata transformasi peran kepolisian dari penegak hukum menjadi mitra kesejahteraan masyarakat.
Simbol Kepedulian di Pasie Nan Tigo:
Kombes Pol Reza Chairul Akbar Siddiq Pimpin Langsung Bedah Rumah untuk Warga Kurang Mampu, Pererat Sinergi Polri-Masyarakat.
Program Bedah Rumah dan Peletakan Batu Pertama
Inti kegiatan adalah renovasi total atau perbaikan signifikan terhadap rumah warga yang tidak layak huni.
Acara ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama sebagai simbol dimulainya pembangunan fisik. Program ini merupakan bagian dari rangkaian bakti sosial HUT Bhayangkara yang bertujuan memberikan tempat tinggal yang lebih aman, sehat, dan nyaman bagi penerima manfaat.
Kolaborasi Polisi, Pemerintah Lokal, dan Masyarakat
Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Siddiq, yang memimpin langsung prosesi dan meninjau lokasi, terlihat juga didampingi oleh Sekretaris Camat Koto Tangah, Lurah Pasie Nan Tigo, perangkat kelurahan, serta tokoh masyarakat setempat.
Penerima Manfaat:
Warga kurang mampu yang rumahnya menjadi sasaran renovasi di Kelurahan Pasie Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.
Pemilihan lokasi ini didasarkan pada pendataan warga yang membutuhkan perhatian khusus terkait kondisi tempat tinggalnya.
Momentum Pra-Hari Bhayangkara
Kegiatan dilaksanakan pada Rabu, 17 Juni 2026, dimulai pukul 10.00 WIB. juga dihadiri oleh warga sekitar yang secara antusias menyaksikan gelaran kemanusiaan ini.
Waktu ini dipilih sebagai rangkaian dari persiapan menuju puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80 pada 1 Juli 2026, menjadikan momen ini sebagai “kado awal” bagi masyarakat.
Makna Humanis di Balik Seragam Cokelat
Kombes Pol Reza Chairul Akbar Siddiq menegaskan bahwa Hari Bhayangkara tidak boleh hanya dimaknai sebagai perayaan institusi semata.
“Polri memiliki tanggung jawab untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga membantu meringankan persoalan sosial. Program bedah rumah ini adalah komitmen kami untuk berbagi dan meningkatkan kualitas hidup warga,” ujarnya.
Dikatakannya, tujuan utama kegiatan ini selain menunjukkan tanggung jawab bahwa polisi adalah sahabat masyarakat dalam suka dan duka, juga sebagai upaya dalam meningkatkan kesejahteraan penerima manfaat melalui hunian yang layak, sekaligus mempererat hubungan emosional antara Polri dan masyarakat (emotional bonding).
Prosesi berlangsung dengan suasana keakraban tinggi yang
dimulai dengan Doa bersama agar proses pembangunan berjalan lancar dan diberkahi.
Simbolisasi Bersama:
Peletakan batu pertama dilakukan oleh Dir Lantas, diikuti oleh Sekcam dan Lurah, menandakan sinergi tiga pilar (Polri, Pemda, Masyarakat).
Ramah Tamah & Tinjauan:
Usai prosesi, rombongan melakukan ramah tamah dengan warga dan meninjau langsung kondisi rumah, memastikan bahwa bantuan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan teknis.
Melalui langkah inovatif ini, Ditlantas Polda Sumbar berharap semangat Hari Bhayangkara ke-80 dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas, mengubah persepsi publik bahwa polisi tidak hanya tegas di jalan raya, tetapi juga lembut hati di tengah komunitas.
(Aulia)





