Pasaman Barat | Mikanews.id – Sebaik-baik manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi orang lain. Kalimat ini bukan sekadar nasihat, melainkan cerminan nilai luhur yang mengajarkan bahwa keberadaan seseorang di dunia sejatinya diukur dari seberapa besar kontribusinya untuk kebaikan sesama.
Ketika seseorang mampu meringankan beban orang lain, memberikan ilmu, membantu dalam kesulitan, atau bahkan hanya dengan senyuman tulus yang menghadirkan ketenangan, maka ia telah menunaikan salah satu tujuan paling mulia dalam hidup.
Penjelasan ini disampaikan Thomas Febria, melalui amanat apel, dihadapan para pejabat, Pemangku jabatan fungsional, pelaksana, siswa PKL (Praktek Kerja Lapangan) dan ASN (Aparatur Sipil Negara) jajaran Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pasaman di halaman kantor itu, Simpang Empat, Senin (29/6)
Manfaat yang diberikan, katanya, tidak harus selalu berupa hal besar atau materi. Kadang, kehadiran seseorang yang mendengarkan, memberi semangat, atau sekadar menunjukkan empati justru menjadi cahaya di tengah kegelapan orang lain.
Dengan demikian, ulas Kepala, menjadi pribadi yang bermanfaat bukanlah soal skill luar biasa, melainkan niat tulus untuk berbagi kebaikan sekecil apa pun itu karena dari sanalah nilai kemanusiaan yang sejati terwujud.”
Pesan ini mengajarkan bahwa nilai seseorang tidak diukur dari harta atau jabatan, melainkan dari seberapa besar dampak positif yang ia berikan kepada sesama.Berikut adalah beberapa cara praktis untuk menjadi pribadi yang bermanfaat:
Bagi para pejabat, berikanlah pelayanan maksimal kepada jajaran dan masyarakat. Bagi ASN, jalankanlah amanah yang diberikan sesuai tugas pokok dan fungsi (Tupoksi).
Bagi Penghulu dan Penyuluh Agama, berikanlah pelayanan maksimal kepada masyarakat, sehingga citra dan nama baik lembaga di tengah masyarakat lebih baik.
Berbagi Ilmu: Mengajarkan pengetahuan yang kita miliki atau memberikan edukasi kepada orang lain.Membantu Kesulitan: Menolong orang yang sedang kesusahan atau meringankan beban mereka.
Tebar Kebaikan Kecil: Bersikap ramah, memberikan senyuman, atau sekadar menjadi pendengar yang baik.Dalam pandangan Islam, memberikan manfaat kepada orang lain hakikatnya adalah investasi kebaikan untuk diri kita sendiri. Untuk mendalami hikmah dan penerapan prinsip ini, (gmz)





