Pasbar | Mikanews : Musyawarah Cabang Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Pasaman Barat untuk masa bakti 2026–2029 berlangsung sukses di Aula Kantor Bupati setempat pada Rabu (8/7/2026).
Kegiatan ini menjadi momen krusial pertanggungjawaban sekaligus konsolidasi organisasi profesi medis guna memperkuat mutu pelayanan kesehatan di daerah.
Acara pembukaan dihadiri oleh para dokter anggota IDI Pasaman Barat, perwakilan IDI Wilayah Sumatera Barat dr. Meri Herliza, MARS, serta pengurus lama periode 2023–2026 yang diketuai dr. Okta Hermoniza, Sp.B.Subsp.Onk (K).
Profesionalisme dan Etika Sebagai Pilar Utama;
Dalam sambutannya, dr. Meri Herliza menegaskan bahwa tenaga medis senantiasa menjadi garda terdepan dalam upaya menjamin hak masyarakat atas pelayanan kesehatan yang layak.
Ia mengapresiasi kinerja kepengurusan sebelumnya yang telah mendukung program pembangunan daerah.
“Kesehatan bangsa dibangun di atas profesionalisme yang kokoh. IDI memikul tanggung jawab yuridis dan etis menjaga standar mutu praktik kedokteran. Seorang dokter harus berpegang teguh pada kode etik sebagai landasan keluhuran profesi,” ujarnya.
Ia berharap kepengurusan baru mampu menjaga keseimbangan antara peningkatan kompetensi, pelayanan yang adil dan merata, serta menjalin sinergi yang konstruktif dengan pemerintah daerah sebagai mitra strategis pembangunan kesehatan.
Sementara itu, Ketua IDI periode sebelumnya dr. Okta Hermoniza menyampaikan laporan pertanggung-jawaban kinerja.
Ia menekankan peran IDI sebagai wadah pengembangan ilmu pengetahuan dan jembatan kolaborasi lintas pihak demi terwujudnya pelayanan prima bagi masyarakat.
Tahapan Sidang dan Pembahasan Materi;
Rangkaian kegiatan juga diisi simposium bertajuk “Satukan Langkah Dalam Transformasi Kesehatan” oleh dr. Marniyanti, MH, So. KKKLP, serta “Bersinergi Dengan Pemerintah Untuk Peningkatan Pelayanan” oleh dr. Rovi Wilman, Sp.OG.
Seluruh proses persidangan dipandu sesuai tata tertib baku organisasi, di bawah pimpinan dr. Era Sulistya didampingi dr. Desri Yanti, serta didukung dr. Ayu Sasmita dan dr. Rossiana Tantri.
Persidangan berjalan dalam tiga tahapan pleno utama:
verifikasi kuorum dan pengesahan tata tertib; penyampaian laporan pertanggungjawaban serta pandangan umum anggota; hingga pembahasan rekomendasi program kerja dan pemilihan ketua baru.
“Muscab adalah wujud akuntabilitas organisasi kepada anggotanya.
Hasil keputusan ini menjadi rujukan resmi penyusunan rencana kerja tahunan.
IDI harus menjadi rumah besar yang menaungi seluruh dokter dengan rasa memiliki yang kuat,” tegas dr. Era Sulistya.
Hasil Pemilihan dan Komitmen Baru;
Dari total 83 suara sah yang masuk, dr. Heru berhasil meraih dukungan 60 suara, mengungguli dr. Meri yang memperoleh 23 suara.
Dengan demikian, dr. Heru resmi ditetapkan sebagai Ketua IDI Cabang Pasaman Barat periode 2026–2029.
Dalam pidato pengukuhannya, dr. Heru menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada kepengurusan sebelumnya.
Ia berkomitmen melanjutkan sekaligus memperkuat peran organisasi sebagai lembaga profesi yang berintegritas tinggi.
“Kami akan menjadikan momen ini sebagai titik tolak evaluasi dan pemantapan konsolidasi. Fokus utama kami adalah peningkatan mutu pelayanan, penegakan disiplin etika profesi, serta sinergi yang lebih erat dengan pemerintah demi tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang optimal,” ujarnya.
Selain penetapan ketua, Muscab juga merumuskan garis besar kebijakan profesi dan arah program kerja ke depan.
Kepengurusan baru selanjutnya akan menyusun struktur organisasi lengkap, termasuk pembentukan Majelis Kode Etik Kedokteran (MKEK) dan Majelis Pengembangan Profesi dan Kewenangan Klinis (MPPK).
(Aulia)





