MIKANEWS.ID | Pasaman Barat– Tradisi Tolak Bala yang digelar masyarakat Kejorongan Padang Laweh, Kecamatan Luhak Nan Duo, menjadi momentum memperkuat persatuan sekaligus melestarikan budaya lokal di Kabupaten Pasaman Barat. Dalam kegiatan doa bersama tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Pasaman Barat, Doddy San Ismail, menegaskan bahwa keberagaman adat dan budaya merupakan kekuatan yang menyatukan masyarakat, bukan menjadi sumber perbedaan.
Mewakili Bupati Pasaman Barat pada kegiatan yang berlangsung Kamis (9/7) malam, Doddy mengatakan Kabupaten Pasaman Barat memiliki kekayaan budaya yang tumbuh dari kehidupan masyarakat berbagai suku, seperti Minangkabau, Jawa, dan Mandailing. Menurutnya, keharmonisan antaretnis selama ini menjadi modal sosial yang harus terus dijaga.
“Keberagaman budaya yang kita miliki adalah perekat persaudaraan. Nilai adat yang hidup di tengah masyarakat justru memperkuat persatuan dan menjadi fondasi dalam membangun daerah,” ujar Doddy di hadapan masyarakat yang mengikuti doa bersama.
Ia juga memberikan apresiasi kepada masyarakat Padang Laweh yang tetap mempertahankan tradisi Tolak Bala sebagai bagian dari warisan budaya yang sarat dengan nilai religius. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, tetapi juga ikhtiar bersama memohon keselamatan, keberkahan, dan kedamaian bagi daerah.
Doddy menilai tradisi yang telah berlangsung secara turun-temurun itu layak terus dipelihara. Bahkan, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat membuka peluang agar kegiatan tersebut dapat dikembangkan menjadi agenda budaya tahunan yang masuk dalam kalender resmi daerah.
“Kegiatan seperti ini memiliki nilai budaya, sosial, dan keagamaan yang sangat kuat. Harapannya ke depan dapat bersinergi dengan pemerintah daerah sehingga menjadi salah satu agenda budaya tahunan Kabupaten Pasaman Barat,” katanya.
Menanggapi aspirasi para niniak mamak, termasuk Datuk Sutan Rayo Mudo, yang mengusulkan adanya dukungan anggaran pemerintah untuk penyelenggaraan kegiatan tersebut, Doddy menyampaikan bahwa usulan itu akan menjadi perhatian pemerintah daerah.
Ia berharap tradisi yang telah diwariskan para pendahulu tetap terpelihara dan mendapat dukungan seluruh elemen masyarakat sehingga dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya.
Dalam kesempatan itu, Doddy juga mengajak masyarakat menjadikan doa bersama sebagai sarana mempererat silaturahmi, menjaga kerukunan antarwarga, serta menghidupkan kembali semangat gotong royong dalam mendukung pembangunan daerah.
“Mari bersama-sama memohon kepada Allah SWT agar masyarakat Padang Laweh dan seluruh Kabupaten Pasaman Barat dijauhkan dari segala marabahaya, diberi keberkahan hasil bumi, serta dilimpahkan kesejahteraan,” ucapnya.
Di penghujung sambutannya, Sekda mengingatkan pentingnya menjaga keamanan lingkungan, memperkuat toleransi, serta terus mendukung berbagai program pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat.
Sementara itu, Wali Nagari Padang Laweh Kapa, Nofrizon, mengatakan tradisi Tolak Bala merupakan agenda tahunan masyarakat sebagai bentuk doa bersama agar kampung halaman senantiasa berada dalam perlindungan Allah SWT.
Menurutnya, tradisi tersebut bukan hanya menjadi bagian dari budaya masyarakat, tetapi juga menjadi media mempererat kebersamaan serta meningkatkan rasa syukur atas nikmat dan rezeki yang diberikan kepada masyarakat.
“Melalui doa bersama ini kami berharap masyarakat Padang Laweh selalu diberikan keselamatan, dijauhkan dari marabahaya, dan senantiasa memperoleh keberkahan dalam kehidupan,” kata Nofrizon.





