Pasaman Barat, Mikanews.id | – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat memberikan penghormatan terakhir kepada Camat Gunung Tuleh, Perdinan Ujang, S.Sos., yang meninggal dunia dalam usia 55 tahun. Prosesi pelepasan secara kedinasan digelar di rumah duka di Nagari Muara Kiawai, Kecamatan Gunung Tuleh, Senin (13/7), sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian almarhum selama menjalankan tugas sebagai aparatur sipil negara (ASN).
Perdinan Ujang meninggal dunia pada Minggu (12/7) pukul 16.28 WIB di RS Yarsi Simpang Empat. Kabar duka tersebut menyelimuti keluarga, masyarakat, serta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat yang mengenal almarhum sebagai sosok pemimpin yang dekat dengan masyarakat dan berdedikasi tinggi dalam menjalankan amanah.
Prosesi penghormatan berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat. Bupati Pasaman Barat diwakili Asisten I Setia Bakti yang hadir bersama Kepala BKPSDM Yosmar Difia, Inspektur Emnita Nadirua, Kepala Satpol PP Handoko, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta unsur pemerintah daerah lainnya.
Mewakili Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, dan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Asisten I Setia Bakti menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga almarhum. Ia juga memberikan penghargaan atas dedikasi dan pengabdian Perdinan Ujang selama bertugas sebagai ASN hingga dipercaya memimpin Kecamatan Gunung Tuleh.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Almarhum merupakan sosok yang berdedikasi tinggi, memiliki kemampuan komunikasi yang baik, serta mengabdikan diri dengan penuh tanggung jawab hingga akhir masa tugasnya sebagai Camat Gunung Tuleh,” ujar Setia Bakti.
Menurutnya, kepergian Perdinan Ujang merupakan kehilangan besar bagi Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat. Selama mengemban amanah sebagai camat, almarhum dikenal mampu membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat maupun jajaran pemerintahan, serta memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat.
Setia Bakti mengatakan, sosok Perdinan Ujang meninggalkan jejak pengabdian yang akan selalu dikenang oleh rekan kerja dan masyarakat. Semangat kerja, loyalitas, serta kemampuannya menjalin komunikasi menjadi nilai yang selama ini melekat pada diri almarhum.
“Kami merasa sangat kehilangan. Semoga Allah Swt. menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala khilafnya, serta memberikan ketabahan dan kekuatan kepada keluarga yang ditinggalkan,” tutupnya.
Prosesi pelepasan secara kedinasan menjadi bentuk penghormatan terakhir dari Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat atas pengabdian Perdinan Ujang kepada daerah. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam sekaligus menjadi pengingat atas dedikasi seorang aparatur yang mengabdikan diri untuk melayani masyarakat hingga akhir hayatnya. (*)
(Yelpi)





