BerandaPERISTIWAKantor PT Timah Dibakar, Amarah Penambang Meledak di Belitung Timur

Kantor PT Timah Dibakar, Amarah Penambang Meledak di Belitung Timur

Belitung Timur | mikanews — Kantor Wilayah Produksi (Wasprod) PT Timah Tbk di Desa Lenggang, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, terbakar hingga rusak total setelah massa penambang rakyat melakukan aksi pada Jumat, 7 Agustus 2026, sekitar pukul 12.00 WIB.

Peristiwa tersebut dipicu penghentian pembelian dan penampungan pasir timah hasil tambang rakyat. Kebijakan penertiban itu membuat aktivitas pembelian hasil tambang rakyat dihentikan.

Kekecewaan massa kemudian berubah menjadi aksi anarkis. Sejumlah fasilitas kantor dirusak sebelum bangunan utama dibakar hingga tidak dapat digunakan kembali.

Situasi semakin tegang setelah sejumlah massa bergerak menuju Gudang GBT PT Timah di Desa Selinsing. Lokasi tersebut disebut berjarak sekitar 600 meter dari tempat kejadian awal.

Petugas pemadam kebakaran kemudian dikerahkan untuk menangani kobaran api. Aparat keamanan juga berupaya meredakan situasi agar ketegangan tidak semakin meluas.

Kantor Operasional Rusak Total

Kebakaran menyebabkan bangunan kantor operasional PT Timah mengalami kerusakan total. Fasilitas tersebut tidak lagi dapat digunakan untuk menjalankan aktivitas operasional.

Dampak lain juga dirasakan pada kegiatan penambangan rakyat dan alur distribusi timah di wilayah tersebut. Berdasarkan informasi dalam peristiwa ini, kedua aktivitas tersebut mengalami kelumpuhan.

Penghentian pembelian dan penampungan pasir timah menjadi titik persoalan yang memicu kemarahan massa. Namun, kronologi lengkap mengenai rangkaian kejadian masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

Penyelidikan Masih Berjalan

Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui kronologi pasti peristiwa serta mengidentifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kerusakan dan pembakaran tersebut.

Di tengah situasi yang memanas, masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpancing emosi.

Penyelesaian persoalan juga diharapkan ditempuh melalui musyawarah maupun jalur hukum yang berlaku. Langkah tersebut dinilai penting agar konflik tidak berkembang dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.

Peristiwa pembakaran kantor PT Timah ini menunjukkan eskalasi ketegangan setelah aktivitas pembelian dan penampungan pasir timah hasil tambang rakyat dihentikan. (Irn)

Google News

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini