BerandaBERITAGempa M 7,7 Flores: 17 Truk Bantuan Dikirim, Besok Tambah Kapal

Gempa M 7,7 Flores: 17 Truk Bantuan Dikirim, Besok Tambah Kapal

KUPANG | mikanews — Gempa M 7,7 Flores pada Sabtu (15/8/2026) memicu respons cepat Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 17 truk bantuan logistik diberangkatkan menuju Ende pada Minggu malam (16/8/2026).

Bantuan tersebut berisi kebutuhan dasar untuk masyarakat yang terdampak gempa Flores. Pengiriman dilakukan melalui jalur laut menggunakan KMP Ile Labalekan dengan tujuan Ende.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam bahan ini, 51 orang meninggal dunia dan 64 orang mengalami luka-luka akibat gempa tersebut.

Data korban itu juga sejalan dengan laporan Basarnas pada Minggu yang mencatat 51 korban meninggal dan 64 korban luka berat.

Pemerintah Provinsi NTT mengirimkan bantuan tahap pertama hanya sehari setelah gempa terjadi.

Sebanyak 17 truk diberangkatkan pada Minggu malam melalui jalur laut. Setelah tiba di Ende, bantuan tersebut akan didistribusikan ke berbagai wilayah Flores yang terdampak.

Langkah ini dilakukan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat setelah bencana.

Pengiriman bantuan tidak berhenti pada tahap pertama. Pemerintah Provinsi NTT merencanakan pengiriman tambahan menggunakan satu kapal lagi pada Senin (17/8/2026) sekitar pukul 10.00 WITA.

Tambahan armada tersebut ditujukan untuk mempercepat distribusi bantuan dan memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak gempa.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka menegaskan bahwa bantuan harus bergerak cepat dan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

Penanganan dilakukan melalui koordinasi Pemerintah Provinsi NTT bersama pemerintah pusat, TNI-Polri, pemerintah kabupaten, serta berbagai pihak terkait.

Dalam bahan yang disampaikan, kolaborasi juga melibatkan Kementerian Sosial dan Kementerian Pekerjaan Umum.

“Seluruh bantuan diberangkatkan malam ini ke Ende untuk didistribusikan ke seluruh daerah terdampak. Kami terus memastikan bantuan bergerak cepat dan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata Emanuel Melkiades Laka.

BMKG mencatat gempa pada 15 Agustus 2026 berkekuatan M 7,7, dengan kedalaman 15 kilometer dan lokasi 8,41 LS–121,39 BT dalam peta isoseismal gempa Mbay, Nagekeo.

Penanganan di lapangan menghadapi sejumlah kendala. Basarnas sebelumnya melaporkan adanya jalan yang tertutup longsor, gangguan jaringan komunikasi, dan pemadaman listrik di sejumlah titik terdampak.

Kondisi tersebut membuat kecepatan distribusi bantuan menjadi penting agar kebutuhan masyarakat dapat segera dipenuhi.

Pemerintah Provinsi NTT terus mendorong koordinasi lintas sektor untuk memastikan bantuan tidak berhenti di titik pengiriman, tetapi dapat diteruskan hingga ke wilayah yang membutuhkan.

Bagi masyarakat terdampak, pengiriman 17 truk bantuan dan rencana penambahan satu kapal menjadi bagian dari upaya pemerintah menangani dampak gempa M 7,7 Flores. (Jsk)

Google News

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini