Ambon, Mikanews.id | Pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Ambon tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan, tetapi juga terus memperkuat aspek mental, kepribadian, dan kerohanian warga binaan.
Langkah ini diwujudkan melalui kegiatan ibadah bersama Tim Mission Prison Gereja Eklesia, yang menjadi ruang berharga bagi warga binaan beragama Kristen untuk memperdalam iman, melakukan introspeksi, serta membangun semangat hidup yang lebih baik.
Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, di mana seluruh peserta mengikuti rangkaian doa, puji-pujian, serta penyampaian firman Tuhan dengan penuh ketenangan dan penghayatan.
Kegiatan ini merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya pembinaan kepribadian yang berkelanjutan.
Melalui pendekatan kerohanian, warga binaan dibantu untuk mengenal diri lebih dalam, menyadari kesalahan, dan mendapatkan kekuatan batin agar tetap tegar serta memiliki harapan positif selama menjalani masa pembinaan maupun saat kelak kembali ke tengah masyarakat.
Salah satu warga binaan berinisial B mengaku merasakan ketenangan dan dorongan baru setelah mengikuti ibadah bersama.
“Saya bersyukur sekali bisa mengikuti kegiatan ini. Memberi saya kekuatan untuk terus berusaha memperbaiki diri, mendekatkan diri kepada Tuhan, dan tetap percaya bahwa masih ada harapan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik ke depannya,” ucapnya dengan tulus.
Koordinator Tim Mission Prison, Corry, menjelaskan bahwa pelayanan ini adalah wujud kepedulian dan dukungan nyata bagi mereka yang sedang dalam proses perbaikan diri.
“Kami hadir di sini untuk memberikan penguatan rohani dan semangat. Harapan kami, melalui kegiatan ini, warga binaan semakin dikuatkan imannya, tumbuh keinginan kuat untuk berubah menjadi lebih baik, dan siap menyambut masa depan yang bermanfaat saat kembali ke masyarakat,” tegas Corry.
Kepala Lapas Perempuan Ambon, Hesta Van Harling, sangat mengapresiasi kehadiran dan peran aktif Tim Mission Prison Gereja Eklesia.
Menurutnya, pembinaan kerohanian memegang peran sangat penting dalam membentuk karakter yang luhur, sekaligus menjadi sumber kekuatan psikologis dan harapan yang tak ternilai harganya bagi warga binaan.
“Kami sangat berterima kasih atas pelayanan yang diberikan. Pembinaan kerohanian bukan sekadar tambahan, melainkan bagian utama dalam membangun kepribadian yang baik. Ia memberi ketenangan, kekuatan, dan alasan untuk terus berjuang memperbaiki diri,” ungkap Hesta.
Ia berharap kerja sama yang telah terjalin ini dapat terus berlanjut secara berkelanjutan. Lapas Perempuan Ambon juga menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan pola pembinaan yang humanis, terbuka, dan melibatkan berbagai elemen — mulai dari lembaga keagamaan hingga masyarakat luas.
“Tujuannya satu: agar warga binaan dapat meningkatkan kualitas diri, memperkuat karakter, dan kelak kembali menjadi pribadi yang bermanfaat, berkontribusi positif, dan diterima kembali dengan baik oleh lingkungan sekitar,” tutupnya.





