BerandaDAERAHAPINDO Banten Bangun SMK, Bidik Lulusan Siap Kerja

APINDO Banten Bangun SMK, Bidik Lulusan Siap Kerja

BANTEN | mikanews — APINDO Banten mengambil langkah konkret untuk mempersempit jarak antara pendidikan vokasi dan kebutuhan dunia industri.

Organisasi pengusaha tersebut berinisiatif mendirikan SMK Apindo Daya Banten, sekolah yang diarahkan untuk menyiapkan lulusan dengan kompetensi sesuai kebutuhan perusahaan.

Pendirian SMK Apindo Daya Banten menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara pendidikan dan dunia kerja. Gagasan ini muncul karena kesenjangan kompetensi lulusan sekolah dengan kebutuhan industri masih menjadi persoalan di Provinsi Banten.

Kerja sama pendirian sekolah ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman atau MoU antara Yayasan Apindo Daya Banten dan Yayasan Mitra Industri Mandiri, pengelola SMK Mitra Industri MM2100 Cikarang.

Pembangunan SMK tersebut juga mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Banten dan DPRD Provinsi Banten.

Ketua Yayasan Apindo Daya Banten, Najib Hanafi, mengatakan pendidikan di sekolah tersebut akan diarahkan agar memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan dunia usaha.

Menurut dia, lulusan tidak cukup hanya memiliki ijazah. Mereka harus dibekali kompetensi, etos kerja, kedisiplinan, kemampuan teknis, pemahaman mengenai keselamatan kerja, serta produktivitas.

“Lulusannya harus siap kerja. Memiliki kompetensi, etos kerja, disiplin, kemampuan teknis, memahami keselamatan kerja, dan produktivitas,” ujar Najib.

Ia menilai hubungan antara dunia pendidikan dan industri selama ini masih memiliki kesenjangan. Kondisi tersebut membuat kompetensi sebagian lulusan belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Konsep itu kemudian diterapkan dalam penentuan program keahlian di SMK Apindo Daya Banten.

Ketua Harian DPP APINDO Banten, Kris R. Adidharma, menyebut calon siswa akan diprioritaskan berasal dari masyarakat di sekitar kawasan industri.

Kebijakan tersebut diarahkan untuk mendekatkan masyarakat sekitar dengan akses pendidikan vokasi sekaligus peluang kerja yang tersedia di lingkungan industri.

Sejumlah jurusan telah disiapkan. Program keahlian yang direncanakan meliputi Mekatronika, Akuntansi, Logistik, dan Ototronik.

Sementara itu, jurusan Teknologi Pangan masih dalam tahap kajian.

Kris menegaskan bahwa pembukaan jurusan tidak didasarkan pada tren pendidikan semata. Program keahlian akan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan yang berada di sekitar sekolah.

“Jurusan tidak ikut tren, tapi disesuaikan dengan apa yang benar-benar dibutuhkan perusahaan di sekitarnya,” tegasnya.

Dari sisi waktu pelaksanaan, penerimaan siswa baru direncanakan mulai dijajaki pada Oktober 2026. Adapun kegiatan pembelajaran penuh ditargetkan dimulai pada tahun ajaran 2027.

Pada tahap awal, SMK Apindo Daya Banten akan membuka sekitar 3–5 jurusan, dengan satu kelas untuk setiap jurusan.

Ketua Umum DPP APINDO Banten, Tommy Rahmatullah, juga mengajak perusahaan-perusahaan di Banten ikut berkontribusi dalam pengembangan sekolah tersebut.

Menurut Tommy, keterlibatan dunia usaha diperlukan agar pendidikan yang diberikan dapat memperkuat kualitas sumber daya manusia di Banten.

“Tujuan akhirnya jelas: meningkatkan kualitas SDM Banten dan mengurangi pengangguran. Lulusan kami harus unggul dalam pengetahuan, keterampilan, maupun sikap,” katanya.

Kehadiran SMK Apindo Daya Banten membawa konsep pendidikan vokasi yang menempatkan kebutuhan industri sebagai salah satu dasar dalam penyusunan program pendidikan.

Sekolah tersebut diharapkan tidak berhenti pada pencapaian kelulusan dan pemberian ijazah. Sasaran yang ingin dicapai adalah membekali siswa dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang relevan dengan kebutuhan perusahaan.

Dengan rencana pembukaan penerimaan siswa mulai Oktober 2026 dan pembelajaran penuh pada 2027, SMK Apindo Daya Banten diproyeksikan menjadi salah satu upaya memperkuat hubungan antara pendidikan vokasi, masyarakat sekitar kawasan industri, dan dunia usaha di Banten.

Jika konsep tersebut berjalan sesuai rencana, sekolah ini akan menjadi bagian dari upaya mempertemukan kebutuhan tenaga kerja industri dengan lulusan pendidikan vokasi sejak tahap pendidikan. (SS)

Google News

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini