BerandaDAERAHKepala KUA dan Penghulu Se Pasaman Barat, Ikuti FGD bersama Tim Disdukcapil

Kepala KUA dan Penghulu Se Pasaman Barat, Ikuti FGD bersama Tim Disdukcapil

Pasaman Barat, Mikanews.id | Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), Penghulu se Pasaman Barat bersama jajaran Seksi Bimas (Bimbingan Masyarakat) Islam Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat,, Selasa (6/10) mengikuti FGD (Focus Group Diskution) bersama Tim Disdukcapil (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil) Pasaman Barat di aula Kantor Kementerian Agama setempat, Simpang Empat.

Kepala Kantor, Thomas Febria, katakan, sinkronisasi data kependudukan antara jajaran Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, melalui pihak KUA dengan Disdukcapil, khususnya berkenaan dengan data yang berkaitan dengan nikah atau sejenisnya harus jelas dan tepat.

Integrasi data kependudukan antara KUA dengan pihak Disdukcapil, bukan saja tentang data kewarganegaraan, aktek kelahiran bagi siapa saja yang membutuhkan, tapi berkaitan dengan status warga negara yang bersangkutan.

Menurut Thomas Febria, status kewarganegaraan penduduk yang dimaksud, termasuk data perkawinan atau nikah. Perubahan data berikut penyesuaian setiap warga negara, seperti di Pasaman Barat, apakah status janda, duda, kawin tercatat, tidak tercatat dan data anak dari pasangan bersangkutan, harus jelas, tepat dan tidak salah dalam penulisannya.

Persoalan yang terjadi selama ini, ulas Thomas Febria adalah, terjadinya kesalahan penulisan terhadap nama, gelar,, status perkawinan, pekerjaan suami atau istri, anak, pendidikan. Biasanya, kesalah penulisan itu terjadi karena ada perbedaan dalam berkas yang tercatat di pihak Disdukcapil dan data kependudukan yang disampaikan pihak calon pengantin atau keluarganya ke operator di KUA.

Menyikapi kondisi yang ada, kata Thomas Febria, salah satu upaya agar terjadi kebersamaan dan agar tidak terjadi lagi kesalahpahaman berkaitan dengan data kependudukan antara pihak KUA dengan Disdukcapil adalah melaksanakan FGD. Dari forum ini, tentu akan ada solusi terhadap perbaikan dan penyempurnaan data kependudukan, termasuk penulisan data kependudukan yang dimaksud di Pasaman Barat.

Atas nama Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, tambah Thomas Febria, pihaknya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada kepala Disdukcapil Pasaman Barat bersama jajaran, atas sikap peduli dan perhatian yang diberikan, dalam rangka sinkronisasi data kependudukan di Pasaman Barat.

Kepala Disdukcapil Pasaman Barat, dan Pencatatan Sipil, Yuli Asma, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat bersama jajaran, atas dilaksanakannya FGD tentang integrasi data kependudukan adalah gagas baik dan hadir disikapi secara bersama, jajaran KUA di lingkungan Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat dengan pihak Disdukcapil, sehingga akurasi data kependudukan di dua pihak memang terarah, benar,, akurat dan sesuai yang diharapkan.

Berdasarkan surat Dirjen Dukcapil Nomor 400.8/10780/DUKCAPIL pada 23 September 2026 tentang percepatan penerapan Identitas Kependudukan Digital atau IKD, merupakan salah satu jawaban terhadap sinkronisasi data (identitas) kependudukan bagi warga negara, khususnya di Pasaman Barat.

“Percepatan IKD itu dalam rangka mendukung percepatan digitalisasi Perlinsos (Perlindungan Sosial) digital, merupakan sistem perlindungan sosial digital terintegrasi pertama di Indonesia, dibangun di atas pondasi Digital Public Infrastructure (DPI) yang telah diperbarui”, kata Kepala Disdukcapil, menjelaskan.

Pihaknya, terus membangun koordinasi dan kerja sama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kepolisikan, TNI serta unsur relawan yang akan menjadi agen Perlinsos dalam pelaksanaan percepatan aktivasi IKD kepada masyarakat, termasuk dengan jajaran Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat.

Untuk itu  Disdukcapil Pasaman Barat akan mengoptimalkan jajarannya pegawai yang telah memiliki akses IKD+ untuk melaksanakan percepatan aktivasi IKD kepada masyarakat secara aktif dan masif. Selain itu juga akan memanfaatkan Dashboard Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) sebagai instrumen pemantauan, pengendalian, dan evaluasi capaian pelaksanaan kegiatan. (gmz)

Google News

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini