Padang | Mikanews : Berwisata dan sekaligus berolahraga Paralayang di puncak Gado-Gado dapat menjadi alternatif memacu adrenalin atau mengatur tekanan darah, dan memberikan energi tambahan hormon kita, selain itu kita juga bisa menikmati indahnya pantai Air Manis serta memandang bangunan kota Padang.
Di puncak Gado gado kita bisa melayang dengan ketinggian lebih kurang 500M DPL dan di jamin aman, karna terbang didampingi oleh pilot yang sudah berlisensi dan profesional.
Pariwisata dan olahraga paralayang ini bisa di nikmati oleh siapa saja dan di buka untuk umum sejak tahun 2020 yang berkolaborasi dengan atlet senior paralayang seperti, Babe (0822 8740 4640) Randi, Niko dan Dahlia.
Untuk sekali terbang dengan durasi 15 menit dengan biaya Rp 700.000 dengan kamera 360 , dan Rp 450.000 dengan kamera biasa.
Untuk mencapai tempat wisata paralayang ini sangat mudah, sedangkan bagi pengunjung yang belum mengenal liku-liku jalan untuk menuju lokasi, berikut petunjuk menuju ke wisata paralayang di Puncak Gado-Gado;
Jarak ke lokasi puncak Gado gado dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) berjarak sekitar 31 kilometer dan dapat ditempuh selama lebih kurang satu jam dengan menggunakan kendaraan sepeda motor maupun mobil.
Dari BIM, kita bisa lewat ke Jalan Adinegoro, dan lurus saja sampai ke arah Jembatan Siti Nurbaya.
Setelah memasuki area Jembatan siti Nurbaya kita terus saja hingga sampai ketemu Simpang Empat dan belok ke kiri menuju arah Jalan Koto Kaciak.
Ketika melewati kawasan Koto Kaciak terdapat jalan mendaki yang cukup tinggi sehingga pengendara di harapkan untuk berhati-hati dan waspada untuk sampai ke lokasi di Puncak Bukit Gado Gado, Kecamatan Padang Selatan.
Sesampainya di area parkiran wisata, kita pakirkan kendaraan kita dengan membayar Rp.5000 untuk mobil dan Rp.2000 untuk sepeda motor.
Selanjutnya kita memulai petualangan dengan jalan kaki menuju ke puncak paralayang atau Bukit Gado Gado.
Paralayang adalah jenis olahraga terbang bebas dengan menggunakan sayap kain yang lepas landas dengan kaki untuk tujuan rekreasi atau kompetisi.
Induk organisasinya adalah PLGI, sedangkan PLGI sendiri di bawah naungan FASI.
Sementara untuk di kabupaten Pasaman Barat sendiri, kita juga mengenal adanya Bukit Puti Gonjoli sebagai salah satu destinasi wisata alam yang berupa area bukit dengan lanscape view yang sangat luas.
Selain itu destinasi wisata Bukit Puti Gonjoli juga menjadi salah satu lokasi dari olahraga paralayang.
Dengan lokasi yang di jadikan sebagai take off paralayang, kondisi angin di destinasi wisata ini sangat baik dan stabil.
Namun bukan hanya sekedar aktivitas paralayang yang dilakukan di bukit ini, namun juga ada kegiatan lain, yaitu camping.
Jadi Bukit Puti Gonjoli selain menjadi lokasi favorit untuk take off paralayang dan juga camping, dimana area ketinggiannya juga hampir sama dengan Puncak Gado-Gado Padang.*Mika.
(Khairul)





