Pasaman Barat, Mikanews.id — Festival Literasi Pasaman Barat 2026 memasuki hari kedua dengan rangkaian kegiatan yang memadukan literasi, seni, edukasi, dan kreativitas. Kegiatan berlangsung pada Rabu (16/9) dan mendapat antusiasme dari peserta maupun pendukung.
Festival yang digelar Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Pasaman Barat itu menghadirkan berbagai aktivitas, mulai dari membaca nyaring, membaca puisi, bertutur, musikalisasi puisi, hingga pertunjukan tari etnis Minang.
Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Pasaman Barat, Muharram, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat menjangkau lebih banyak peserta dan masyarakat dari berbagai kalangan.
Menurut Muharram, keterlibatan masyarakat secara luas menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman mengenai literasi yang inovatif. Upaya tersebut diharapkan ikut mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Pasaman Barat.
“Hari ini tidak kalah seru dari hari kemarin. Ada membaca nyaring, tari etnis Minang, membaca puisi, bertutur, musikalisasi puisi, bedah buku, hingga hiburan pada sore hari,” ujar Muharram.
Festival Literasi Kabupaten Pasaman Barat 2026 berlangsung selama tiga hari, yakni 15 hingga 17 September 2026.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Dari Literasi Mencapai Prestasi dan Pengetahuan Wujudkan Pasaman Barat Sejahtera”.
Festival ini menjadi salah satu momentum untuk memperkuat budaya membaca sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya literasi.
Selain berkaitan dengan aktivitas membaca, literasi dalam festival tersebut dikemas melalui berbagai kegiatan kreatif. Pelajar dan masyarakat dapat terlibat dalam kegiatan edukatif maupun seni yang menjadi bagian dari rangkaian festival.
Muharram mengatakan, agenda penutupan pada Kamis (17/9) akan diisi dengan pengumuman pemenang lomba dan penyerahan hadiah.
Sejumlah perlombaan sebelumnya telah dilaksanakan sejak beberapa bulan lalu. Di antaranya lomba bertutur, perpustakaan nagari terbaik, video konten kreasi, serta pembuatan resensi.
“Besok pada acara penutupan akan diumumkan para pemenang lomba sekaligus penyerahan hadiah. Beberapa lomba telah dilaksanakan sejak beberapa bulan lalu, di antaranya lomba bertutur, perpustakaan nagari terbaik, video konten kreasi, dan pembuatan resensi,” jelasnya.
Rangkaian Festival Literasi Pasaman Barat 2026 tidak hanya berfokus pada perlombaan. Berbagai kegiatan edukatif dan seni turut digelar untuk membuat literasi lebih menarik, kreatif, dan dekat dengan kehidupan masyarakat.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Festival Literasi Pasaman Barat 2026 menjadi ruang bagi pelajar dan masyarakat untuk mengekspresikan kemampuan literasi sekaligus mengembangkan kreativitas melalui berbagai bentuk kegiatan.(Aulia)





