BerandaDAERAHGoro Massal Pasbar Digencarkan: 188 Ton Sampah Jadi Alarm Serius

Goro Massal Pasbar Digencarkan: 188 Ton Sampah Jadi Alarm Serius

PASAMAN BARAT | Mikanews.id — Goro massal Pasbar digencarkan oleh pemerintah daerah sebagai langkah nyata menjaga kebersihan lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah. Kegiatan ini dilaksanakan serentak di berbagai titik pada Jumat (24/4) sebagai bagian dari Gerakan Indonesia Asri.

Goro massal Pasbar digencarkan dengan melibatkan seluruh elemen, mulai dari instansi pemerintah, sekolah, hingga masyarakat di tingkat kecamatan dan nagari. Aksi bersih-bersih ini tidak hanya terpusat di ibu kota kabupaten, tetapi menjangkau berbagai fasilitas umum.

Bupati Pasaman Barat, Yulianto, turun langsung memimpin kegiatan di Masjid Agung Nurul Ilmi. Kehadirannya menjadi pemicu semangat bagi peserta yang bergotong royong membersihkan area rumah ibadah tersebut.

Di lokasi berbeda, Sekretaris Daerah Pasaman Barat, Doddy San Ismail, memimpin goro di jalur utama dari simpang Bappelitbangda hingga Kantor Satpol PP.

Goro massal Pasbar digencarkan juga sebagai tindak lanjut arahan Kementerian Lingkungan Hidup. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pasaman Barat, Afkar, menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki jadwal rutin.

Baca Juga: CSR Bedah Rumah Pasbar Tembus Rp100 Juta: 3 Warga Dapat Hunian Layak dan Fasilitas Lengkap

Setiap Selasa, pegawai diwajibkan membersihkan lingkungan kantor masing-masing. Sementara pada Jumat, kegiatan difokuskan pada fasilitas umum seperti jalan, jembatan, masjid, dan drainase.

Afkar menegaskan bahwa camat dan wali nagari juga diminta mengajak pelaku usaha agar ikut berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Di balik aksi ini, terdapat persoalan serius yang dihadapi daerah. Produksi sampah di Pasaman Barat mencapai 188 ton per hari. Namun, hanya sekitar 48 ton yang berhasil diangkut ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

“Kondisi ini menjadi perhatian bersama. Jika tidak dikelola dengan baik, kapasitas TPA akan cepat penuh,” ujarnya.

Pemerintah daerah pun mengimbau masyarakat untuk mulai memilah sampah sejak dari rumah. Sampah organik dan anorganik diharapkan dipisahkan agar hanya sampah residu yang dibuang ke TPA.

Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi beban TPA sekaligus menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.

Pemkab Pasaman Barat menegaskan bahwa Gerakan Indonesia Asri bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi budaya rutin di tengah masyarakat.

(Aulia)

Google News

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini