PADANG, Mikanews.id — Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah memimpin Apel Kehormatan dan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Negara, Lolong, Kota Padang, tepat pukul 00.00 WIB, Senin (17/8/2026).
Kegiatan tersebut digelar untuk mengenang dan menghormati jasa para pahlawan dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Suasana di TMP Kusuma Negara berlangsung hening dan khidmat. Mahyeldi bertindak sebagai inspektur upacara dan memimpin prosesi bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumatera Barat, kepala perangkat daerah di lingkungan Pemprov Sumbar, serta pasukan gabungan TNI dan Polri.
Obor Menyala di Tengah Keheningan
Prosesi diawali dengan penyalaan api obor. Peserta kemudian memberikan penghormatan kepada arwah para pahlawan, dilanjutkan dengan doa dan mengheningkan cipta.
Seluruh peserta mengikuti rangkaian upacara dengan penuh kekhusyukan. Prosesi tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap mereka yang gugur dalam perjuangan membela bangsa dan negara.
Dalam naskah Apel Kehormatan dan Renungan Suci, Mahyeldi menegaskan bahwa perjuangan para pahlawan harus diteruskan oleh generasi penerus.
“Kami bersumpah dan berjanji, perjuangan saudara-saudara adalah perjuangan kami pula dan jalan kebaktian yang saudara-saudara tempuh adalah jalan bagi kami juga,” ucap Mahyeldi.
1.294 Pejuang Dikenang
Dalam prosesi tersebut disebutkan jumlah pahlawan dan pejuang yang dikenang berdasarkan kelompok pengabdian.
Rinciannya terdiri dari 1 Pahlawan Daerah, 269 Badan Perjuangan Sipil, 803 TNI Angkatan Darat, 42 TNI Angkatan Laut, 35 TNI Angkatan Udara, 95 anggota Polri, serta 49 Pahlawan Tak Dikenal.
Jika seluruh angka tersebut dijumlahkan, terdapat 1.294 pejuang yang dikenang dalam prosesi tersebut.
Mahyeldi menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya atas pengorbanan para pahlawan yang telah mengabdikan diri dalam perjuangan demi bangsa dan negara.
“Kami menyatakan hormat yang sebesar-besarnya atas keikhlasan dan kesucian pengorbanan saudara-saudara sebagai pahlawan dalam pengabdian terhadap perjuangan demi kebahagiaan negara dan bangsa,” tuturnya.
Mahyeldi: Jangan Jadikan Peringatan Sekadar Seremoni
Usai memimpin prosesi, Mahyeldi mengatakan Apel Kehormatan dan Renungan Suci tidak boleh dimaknai hanya sebagai agenda tahunan.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati masyarakat Indonesia lahir dari perjuangan dan pengorbanan para pahlawan.
Nilai perjuangan tersebut, kata Mahyeldi, harus diwujudkan melalui pengabdian nyata sesuai bidang dan tanggung jawab masing-masing.
Semangat para pahlawan juga harus menjadi teladan dalam menjaga persatuan, mengisi kemerdekaan, dan membangun bangsa.
“Pengorbanan para pahlawan harus menjadi teladan bagi kita semua, terutama generasi muda sebagai calon pemimpin masa depan bangsa,” ujar Mahyeldi.
Generasi Muda Diminta Lanjutkan Perjuangan
Mahyeldi mengajak generasi muda tidak hanya menghafal nama dan mengenang jasa para pahlawan.
Generasi penerus, menurutnya, perlu memahami nilai yang diwariskan melalui perjuangan tersebut.
Kemerdekaan harus diisi dengan kerja keras, pengabdian, kepedulian, serta kontribusi nyata bagi masyarakat dan negara.
“Semoga semangat perjuangan dan pengorbanan para pahlawan terus hidup dalam diri kita, sehingga kemerdekaan ini dapat kita isi dengan pengabdian terbaik untuk bangsa dan negara,” harapnya.
Apel Kehormatan dan Renungan Suci kemudian ditutup dengan doa dan penghormatan terakhir kepada para pahlawan.
Di tengah keheningan malam menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI, prosesi di TMP Kusuma Negara menjadi pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia lahir dari perjuangan dan pengorbanan.
Pesan yang disampaikan dalam renungan tersebut menempatkan generasi saat ini sebagai pihak yang memiliki tanggung jawab untuk menjaga kemerdekaan dan meneruskan nilai perjuangan kepada generasi berikutnya. (Red)





