TALAMAU | Mikanews.id – Kabar menggembirakan datang dari Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat. Nagari yang dikenal sebagai “benteng hijau” ini resmi ditetapkan sebagai salah satu penerima program unggulan Nagari Creative Hub dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur Sumatera Barat Nomor 410–236–2026, yang menetapkan 10 nagari/desa sebagai lokus program tahun 2026. Dari seluruh daerah, Nagari Sinuruik menjadi satu-satunya perwakilan Kabupaten Pasaman Barat yang berhasil lolos.
Lolos Seleksi Ketat Tiga Tahap
Terpilihnya Nagari Sinuruik tidak lepas dari proses seleksi yang ketat dan berjenjang. Pemerintahan nagari harus melalui tiga tahapan utama.
Pertama, tahap rekomendasi dari Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat sebagai bentuk pengakuan awal atas potensi wilayah.
Baca juga: Putri Nabila Damayanti, SH, Momen Hari Kartini. Perempuan Muda Harus Bangkit
Kedua, tahap wawancara virtual yang dilakukan oleh tim Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Sumatera Barat melalui Zoom Meeting. Dalam sesi ini, pihak nagari memaparkan potensi, visi pembangunan, serta kesiapan menghadapi program.
Ketiga, tahap visitasi lapangan, di mana tim provinsi turun langsung untuk melihat kondisi riil, mulai dari infrastruktur, sumber daya manusia, hingga potensi alam dan budaya yang dimiliki Nagari Sinuruik.
Daftar Nagari Penerima Tahun 2026
Adapun nagari/desa yang ditetapkan sebagai lokus Nagari Creative Hub tahun 2026, yaitu:
1. Nagari Sinuruik – Kabupaten Pasaman Barat
2. Nagari Sungai Duo – Kabupaten Dharmasraya
3. Nagari Lubuk Gadang Utara – Kabupaten Solok Selatan
4. Nagari Sumpur Kudus – Kabupaten Sijunjung
5. Nagari Koto Baru – Kabupaten Solok
6. Nagari Talaok – Kabupaten Pesisir Selatan
7. Nagari Cubadak Mentawai – Kota Pariaman
8. Nagari Panti Selatan – Kabupaten Pasaman
9. Nagari Koto Tangah – Kabupaten Agam
Dorong Ekonomi dan Digitalisasi Nagari
Program Nagari Creative Hub merupakan inisiatif strategis Pemprov Sumbar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal yang terintegrasi dengan teknologi digital.
Melalui program ini, Nagari Sinuruik akan memiliki pusat aktivitas modern yang berfungsi sebagai ruang kreativitas, kolaborasi, dan inovasi masyarakat.
Fasilitas yang akan tersedia antara lain akses internet gratis, ruang kerja dan diskusi bagi generasi muda, etalase digital untuk produk lokal, serta pusat pemberdayaan UMKM agar mampu naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas.
Komitmen Jaga Lingkungan dan Budaya
Sekretaris Nagari Sinuruik, Dasril B, S.Pd, menegaskan bahwa pembangunan nagari ke depan tetap berlandaskan prinsip keberlanjutan.
“Sebagai nagari yang memiliki kawasan hutan dan sawah yang luas, ke depan Sinuruik harus menjadi nagari yang berwawasan lingkungan serta tetap melestarikan budaya dan adat istiadat,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran Creative Hub harus menjadi pendorong kemajuan tanpa mengorbankan kekayaan alam dan nilai-nilai tradisi.
Harapan Besar untuk Generasi Muda
Wali Nagari Sinuruik, Frianton, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan pemerintah provinsi. Ia menilai program ini menjadi peluang besar untuk mengembangkan potensi nagari secara modern.
“Dengan adanya fasilitas ini, kami berharap potensi alam dan budaya dapat dikelola lebih baik. Anak muda tidak perlu lagi merantau jauh untuk berkarya, karena di nagari sendiri sudah tersedia wadah yang memadai,” ujarnya.
Sinergi Alam dan Teknologi
Terpilihnya Nagari Sinuruik menjadi bukti bahwa pelestarian lingkungan dan kemajuan teknologi dapat berjalan beriringan. Di tengah kawasan yang masih asri dan sarat sejarah, kini hadir pusat inovasi yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan hadirnya Nagari Creative Hub, Sinuruik optimistis melangkah menuju nagari yang mandiri, kreatif, dan sejahtera tanpa meninggalkan akar budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.





