Pasaman Barat, Mikanews.id, | Keluarga besar pemerintah daerah (Pemda) Pasaman Barat, Kamis (3/9) pagi merayakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1448 / 2026 di Mesjid Agung Baitul Ilmi Pasaman Barat, Simpang Empat. Kegiatan itu, diikuti Wakil Bupati, M. Ihpan, unsur Forkopimda, pimpinan dan staf instansi vertikal.
Bupati, Yulianto, pada kesempatan itu sampaikan, walau hari “H” peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW telah berlalu, persisnya hari Selasa, 25 Agustus 2026 bertepatan dengan tanggal 12 Rabiul Awal. Namun, peristiwa hari kelahiran Nabi Muhammad SAW tahun 1448 diperingati hari ini (Kamis- red/ pagi.
Sebagai penceramah pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di lingkungan Pemda Pasaman Barat, Buya Diflaizar, dari Padang. Putera asal Kampung Barangin, Kecamatan Sungai Aur, Pasaman Barat, sekaligus pengurus FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Sumatera Barat.
Bupati, Yulianto, sampaikan sekaligus mengajak setiap ASN di lingkungan Pemda Pasaman Barat agar menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momen untuk meningkatkan kualitas iman, amal dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa.

Menurutnya, peringatan Maulid Nabi, seperti hari ini, bukan sebatas kegiatan seremonial dan dilakukan secara bersama para setiap tahun. Peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, harus mampu menjadi sarana untuk memperbaiki diri dan memperkuat semangat dalam menjalani kehidupan.
Ustadz Diflaizar, melalui tausiyahnya menyampaikan, paling tidak ada tiga hikmah sekaligus menjadi perhatian umat Islam, seperti di Pasaman Barat, dari momen peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, seperti dilaksanakan pemerintah daerah di Mesjid Agung Baitul Ilmi Pasaman Barat, Simpang Empat.
Adapun hikmah peringatan Maulid Nabi Muhammad Shallallaahu’alaihi wa Sallam, ialah sebagai berikut:
1. Menguatkan Kecintaan kepada Nabi
Peringatan Maulid Nabi adalah kesempatan emas untuk meneguhkan rasa cinta dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW. Dengan mengenang hari kelahiran beliau, umat Islam diingatkan kembali tentang sosok yang menjadi teladan dalam seluruh aspek kehidupan. Kecintaan ini tidak hanya dalam bentuk kata-kata, tetapi juga dalam tindakan nyata untuk mengikuti ajaran dan sunnah Rasulullah SAW.
2. Meneladani akhlak dan perbuatan Nabi
Maulid Nabi mengajak umat Islam untuk meneladani akhlak dan sifat-sifat mulia Nabi Muhammad SAW, seperti kesabaran, kejujuran, kasih sayang, dan keadilan. Peringatan ini merupakan ajang untuk belajar dan menerapkan akhlak tersebut dalam kehidupan sehari-hari, sehingga bisa menciptakan masyarakat yang lebih baik dan harmonis. Allah berfirman:
3. Memperdalam Pemahaman terhadap Ajaran Islam
Melalui peringatan Maulid, umat Islam diingatkan untuk menggali lebih dalam tentang ajaran Islam dan kehidupan Nabi Muhammad SAW. Dua warisan berharga yang Rasulullah tinggalkan untuk umatnya ialah Al-Qur-an dan As-Sunnah. Maka, sudah sepatutnya dalam peringatan Maulid Nabi ini dapat membangkitkan semangat kita untuk mempelajari, memahami dan mengamalkan ajaran dari 2 hal tersebut. Rasulullah bersabda:
Secara keseluruhan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW memiliki banyak hikmah yang bisa diambil dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hikmah-hikmah ini tidak hanya bermanfaat untuk memperdalam spiritualitas dan keimanan, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas hidup umat Islam secara keseluruhan. (gmz)





