Pasaman Barat | Mikanews.id – Pemulihan pertanian Pasbar menjadi fokus utama saat Bupati Pasaman Barat, Yulianto, menghadiri kunjungan kerja Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, di Provinsi Sumatera Barat, Selasa (14/4/2026).
Pemulihan pertanian Pasbar dibahas dalam kegiatan yang dipusatkan di Kabupaten Padang Pariaman. Agenda ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam merespons dampak bencana hidrometeorologi yang merusak lahan pertanian di sejumlah daerah.
Bupati Yulianto yang hadir bersama Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Pasaman Barat, Afdal, menjelaskan bahwa kunjungan kerja tersebut difokuskan pada monitoring dan evaluasi (monev) program bantuan dari Kementerian Pertanian.
“Fokus kegiatan ini menyasar 11 daerah terdampak bencana hidrometeorologi, termasuk Pasaman Barat, yang mengalami kerusakan lahan pertanian,” ujarnya.
Baca juga: Seleksi Paskibraka Pasbar 2026 Resmi Dimulai! 271 Pendaftar Berebut Jadi Putra-Putri Terbaik
Ia menegaskan, selain pemulihan lahan, program ini juga mendukung percepatan target swasembada pangan nasional. Pemerintah daerah berkomitmen mempercepat perbaikan lahan agar produktivitas petani tetap terjaga.
Sebagai daerah terdampak, Pasaman Barat telah menerima berbagai program strategis melalui koordinasi dengan Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Barat.
Berdasarkan data DTPH Pasaman Barat, rehabilitasi sawah rusak ringan melalui optimasi lahan seluas 172 hektare telah memasuki tahap kontrak. Sementara itu, rehabilitasi sawah rusak sedang seluas 48 hektare serta tahap awal sawah rusak berat seluas 50 hektare masih dalam proses pengusulan.
Selain itu, pemerintah juga menjalankan program optimasi lahan sawah reguler seluas 1.000 hektare dengan indeks pertanaman di bawah dua. Program ini sedang dalam tahap penyusunan survey investigation design (SID) oleh tim konsultan dari Universitas Andalas.
Upaya lain yang dilakukan adalah pengusulan pembangunan 10 unit dam parit untuk mendukung sistem pengairan. Program tersebut saat ini juga berada dalam tahap penyusunan SID.
Tidak hanya itu, bantuan benih padi untuk lahan terdampak seluas 262 hektare turut disiapkan guna mempercepat pemulihan produksi pertanian di lapangan.
Kegiatan ini turut dihadiri jajaran Kementerian Pertanian, Wakil Gubernur Sumatera Barat, kepala daerah terdampak, Kepala BSIP Sumatera Barat, dinas terkait, penyuluh pertanian, kelompok tani, serta tokoh masyarakat.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah, diharapkan infrastruktur pertanian di Pasaman Barat segera pulih. Dengan demikian, produktivitas petani dapat kembali normal dan berkontribusi terhadap pencapaian swasembada pangan nasional.
(Aulia)




