BerandaBERITAPolres Mukomuko Dalami Mayat di Pantai Asmara, Identitas Korban Belum Pasti

Polres Mukomuko Dalami Mayat di Pantai Asmara, Identitas Korban Belum Pasti

MUKOMUKO | mikanews  — Polres Mukomuko masih mendalami penemuan seorang laki-laki yang meninggal dunia di kawasan Pantai Asmara, Desa Dusun Baru Pelokan, Kecamatan XIV Koto, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, Kamis (24/9/2026) pagi.

Korban ditemukan tergeletak di tepi pantai sekitar pukul 07.00 WIB. Saat pertama kali ditemukan warga, identitas korban belum diketahui.

Temuan tersebut diketahui oleh Surat (56) dan Sahibi (79), dua warga Desa Dusun Baru Pelokan yang bekerja sebagai petani.

Keduanya saat itu sedang mengendarai sepeda motor dari kawasan SP 10 menuju Desa Silaut melalui jalur pesisir.

Ketika melintas di sekitar Pantai Asmara, mereka melihat seorang laki-laki tergeletak di tepi pantai.

Kedua warga tersebut kemudian kembali ke permukiman untuk memberitahukan temuan itu kepada masyarakat sekaligus meminta bantuan.

Informasi tersebut selanjutnya dilaporkan kepada pihak kepolisian sekitar pukul 08.00 WIB.

Mendapat laporan, personel Polsek Kota Mukomuko bergerak ke lokasi. Petugas mengamankan tempat kejadian perkara, mendata saksi, serta melakukan pengecekan awal.

Polisi juga berkoordinasi dengan tenaga medis atau Puskesmas setempat dan Unit Inafis Satreskrim Polres Mukomuko dalam proses penanganan korban.

Pada tahap awal, korban dicatat sebagai Mr. X karena belum diketahui identitasnya.

Dalam perkembangan pendataan, polisi memperoleh informasi bahwa korban diduga bernama Endar, berusia 16 tahun, berstatus pelajar, dan berdomisili di Desa Ranah Karya, Kecamatan Lubuk Pinang, Kabupaten Mukomuko.

Namun, informasi tersebut belum ditetapkan sebagai identitas resmi korban. Polisi masih melakukan proses identifikasi untuk memastikan kebenarannya.

Polres Mukomuko meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan identitas korban maupun kronologi kematian sebelum ada keterangan resmi dari pihak berwenang.

Kapolres Mukomuko AKBP Riky Crisma Wardana, S.I.K. melalui jajaran Polsek Kota Mukomuko mengingatkan warga agar tidak menyebarkan informasi, foto, video, maupun kabar yang belum terverifikasi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya, terlebih menyangkut identitas korban maupun kronologi suatu kejadian,” tegasnya.

Kepolisian mengingatkan bahwa informasi yang belum dipastikan kebenarannya dapat menimbulkan keresahan dan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Warga yang memiliki informasi berkaitan dengan kejadian tersebut diminta menyampaikannya kepada polisi agar dapat diverifikasi dan ditindaklanjuti.

Sejumlah langkah telah dilakukan petugas, mulai dari menerima laporan masyarakat, mendatangi dan mengamankan lokasi, mendata saksi, melakukan pengecekan awal, hingga berkoordinasi dengan tenaga medis dan Unit Inafis Satreskrim Polres Mukomuko.

Sementara itu, identitas korban, penyebab kematian, serta kronologi lengkap kejadian masih dalam proses pemeriksaan dan pendalaman.

Polres Mukomuko memastikan penanganan dilakukan sesuai prosedur. Informasi lanjutan akan mengacu pada hasil identifikasi, pemeriksaan, dan penyelidikan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Hingga Kamis (24/9/2026), situasi di sekitar Pantai Asmara dilaporkan aman dan terkendali. Polisi masih melanjutkan proses identifikasi serta pendalaman terkait penemuan tersebut. (Red)

Sumber: Humas Polres Mukomuko

Google News

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini